Direktur Utama BEI Inarno Djayadi menuturkan 42 emiten tersebut terdiri dari 7 badan usaha milik negara (BUMN) dan 35 non BUMN. Sedangkan rencana awal, 65 emiten akan melakukan buyback, terdiri dari 12 BUMN dan 53 non BUMN.
"Jadi sudah 64,6 persen dari target 65 perusahaan yang akan melakukan buyback," ujarnya melalui video conference, Jumat (24/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan emiten non BUMN, rencananya akan melakukan buyback senilai Rp9,16 triliun. Namun, baru terealisasi Rp694,46 miliar atau setara 7,6 persen dari rencana awal.
Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, upaya buyback saham akan menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Ada tanda-tanda menggembirakan. Frekuensi IHSG selama sepekan terakhir sudah hijau. Indeks saham di seluruh dunia juga sudah membaik. Ini tanda-tanda rebound," ujarnya beberapa waktu lalu.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)