Corona, G20 Bakal Pangkas Kesenjangan Pembiayaan Kesehatan

CNN Indonesia | Minggu, 26/04/2020 15:13 WIB
Karyawan menunjukkan penggunaan Pindad Ventilator Resusitator Manual (VRM) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Pindad VRM yang dirancang dan dikembangkan bersama tim ahli medis dari RSU Pindad ini merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien COVID-19 dan saat ini sedang dalam proses uji coba kelaikan ke Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan. Pindad VRM ini dibandrol hanya dengan harga Rp10 juta per unit. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj. *** Local Caption *** Negara G20 sepakat menekan kesenjangan pembiayaan kesehatan langsung di tengah wabah virus corona. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok 20 negara kaya dan berkembang (G20) meluncurkan inisiatif internasional untuk mempercepat akses ke alat-alat kesehatan yang diperlukan untuk melawan virus corona baru (covid-19) pekan ini.

Ketua G20 Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed al-Jadaan mengungkapkan salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah menjembatani kesenjangan pendanaan sekitar US$8 miliar untuk memerangi pandemi.

"G20 akan terus memperkuat kerja sama global di semua bidang, dan yang paling penting, pada penutupan kesenjangan pembiayaan kesehatan langsung," ujar al-Jadaan dalam laporan Reuters yang dikutip dari Antara, Minggu (26/4).


Al-Jadaan menambahkan komunitas internasional masih menghadapi ketidakpastian luar biasa tentang kedalaman dan lamanya krisis wabah tersebut.

Pada awal bulan ini, Arab Saudi menjanjikan US$500 juta untuk mendukung upaya global memerangi wabah tersebut.

G20 juga menyerukan agar semua negara, organisasi non-pemerintah, dermawan dan sektor swasta untuk membantu menutup kesenjangan pembiayaan tersebut.

Bantalan Pariwisata

Pada Jumat (24/4) lalu, kelompok G20 juga berkomitmen untuk memberikan bantalan bagi industri pariwisata global yang terkena pukulan dari wabah tersebut. Berdasarkan data Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia, sekitar 75 juta pekerja padat karya di seluruh dunia berada di sektor itu.

Untuk itu, negara G20 akan menjamin koordinasi dalam hal pelonggaran kebijakan penutupan akses wilayah dan pembatasan perjalanan, serta mendukung pemulihan industri.

"Kami berkomitmen untuk membantu bisnis sektor pariwisata, wirausahawan, dan pekerja untuk menyesuaikan dan bangkit usai krisis berakhir," ujar menteri-menteri pariwisata kelompok G20 dalam pernyataan bersama yang dikutip dari AFP.

[Gambas:Video CNN]

(Antara/sfr)