Harga Emas Pegadaian Melonjak 21 Persen di Tengah Corona

CNN Indonesia | Selasa, 28/04/2020 10:24 WIB
Pekerja memperlihatkan emas batangan yang digadaikan di Kantor Pegadaian Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/6). Jumlah transaksi gadai emas dan barang di pegadaian area tersebut meningkat sekitar dua persen karena mulai banyak masyarakat yang ingin membuka usaha pakaian dan makanan serta membeli kebutuhan menjelang bulan Ramadan. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc/16. Harga emas Pegadaian menanjak 21 persen ke kisaran Rp939 ribu per gram sejak awal tahun. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga emas PT Pegadaian (Persero) melonjak hingga 21 persen sejak awal tahun. Sebab, masyarakat menjadikan emas sebagai aset aman dan berisiko rendah (safe haven) di tengah wabah corona.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) Amoeng Widodo mengungkapkan harga emas masih bertengger di kisaran Rp700.000 per gram pada Januari lalu. Namun, per Senin (27/4), emas dibanderol Rp939.000 per gram.

"Harga emas yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun seiring kondisi perekonomian global yang tak menentu dan pandemi Corona menjadikan logam mulia sebagai aset safe haven," kata Amoeng seperti dikutip dari Antara, Selasa (28/4).


Menurut Amoeng, saat terjadi kenaikan harga emas seperti saat ini, menabung emas adalah pilihan yang bijak. Sebab, emas dinilai investasi yang bersifat likuid atau mudah dicairkan.

"Jadi solusinya kalau membutuhkan dana, lebih baik dijaminkan ke lembaga keuangan yang menyediakan skema pinjaman dengan jaminan emas," kata dia.

Untuk memberikan kemudahan dalam menabung emas, Amoeng mengungkapkan bahwa perseroan telah menyediakan fasilitas tersebut melalui produk Tabungan Emas Pegadaian sejak 2014. Per Maret 2020, perseroan mencatat terdapat kurang lebih 5,3 juta nasabah yang memiliki produk tersebut.

Tabungan Emas Pegadaian merupakan tabungan keluarga, karena bisa dimiliki anak dan orang tua. Ada pun biaya administrasi untuk menjadi nasabah sebesar Rp10.000 (saat awal buka) dan biaya simpanan sebesar Rp30.000/tahun.

Selain bisa dijual kembali juga bisa dijadikan agunan gadai, emas dalam produk tabungan itu bisa diwujudkan fisik berupa logam mulia atau perhiasan, hingga menjadi agunan biaya naik haji dan umroh.

"Hanya dengan menabung mulai Rp9.000-an saja maka terkonversi di buku tabungannya dalam satuan gram," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(Antara/sfr)