Salah satu karyawan di apotek Pasar Minggu itu menyatakan pasokan masker terakhir datang pekan lalu sebanyak 20 kotak (box). Setiap box nya terisi 50 masker.
Ia bilang stok tersebut langsung habis sekitar dua sampai tiga hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Susah Payah Tekan Harga Gula Tanpa Impor |
"Harganya tidak berubah sejak awal kami jual Rp3 ribu. Kami tidak jual dengan harga yang terlalu tinggi," jelas dia.
Ia mengaku apotek tempatnya bekerja sudah kembali memesan masker lebih banyak ke distributor. Namun, pesanan itu belum juga datang hingga sekarang.
[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, salah satu apotek di wilayah Bogor menyatakan memiliki stok masker sebanyak 150 lembar. Apotek ini justru mengaku permintaan masker menurun sejak akhir Maret atau kebijakan bekerja di rumah (work from home/wfh) mulai diberlakukan oleh beberapa perusahaan.
"Penurunan permintaan terjadi sejak akhir Maret dan menjelang April," ucap salah satu karyawan apotek yang tak mau disebutkan namanya tersebut.
Ia bilang apotek bisa menjual 100 masker per harinya saat virus corona mulai masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020. Namun, kini jumlah penjualannya di bawah 100 lembar untuk sehari.
"Pembelian sebelumnya dibatasi maksimal dua lembar, sekarang tidak dibatasi tapi memang permintaan menurun," imbuh dia.
Lihat juga:Sri Mulyani Pastikan Tak Naikkan Tukin PNS |
"Sebetulnya masker bedah ini merk nya beda dari sebelumnya, ini dari kantor pusat dan sudah ditetapkan harganya segitu," pungkas pria tersebut. (aud/agt)