Executive Vice President QAS Kantor Pusat PT PLN (Persero) Hikmat Derajat menyebut secara nasional per hari PLN menerima rata-rata 889 keluhan via telepon mau pun kiriman email, Facebook, dan Twitter.
"Untuk keluhan secara nasional, khususnya dalam lonjakan konsumsi pemakaian listrik di masyarakat rata-rata per hari secara nasional ada 889 kasus yang dicatatkan hampir 900 pelanggan," katanya pada Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara 6 persen lainnya diakuinya terjadi kekeliruan perhitungan. Dia mencontohkan salah seorang pelanggan yang mengunci rumah dan tak menggunakan listrik sama sekali namun ditagihkan sebesar Rp1 juta untuk Maret 2020.
Alasannya, kata Ikhsan, yaitu penagihan dilakukan sesuai dengan rata-rata penggunaan listrik selama 3 bulan terakhir yaitu Desember 2019 hingga Februari 2020. Seharusnya, pelanggan tersebut hanya ditagihkan biaya batas minimum yaitu penggunaan sebesar 40 jam per bulan.
Dia pun memastikan bahwa lebih bayar pelanggan akan menjadi kredit yang dapat dipakaikan di bulan selanjutnya. Artinya, jika pelanggan terbukti lebih bayar Rp200 ribu untuk April, maka tagihan Mei akan dikurangi sebesar Rp200 ribu.
Di kesempatan sama, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka menjelaskan bahwa membengkaknya tagihan listrik untuk April 2020 disebabkan oleh perubahan mekanisme perhitungan tagihan listrik. Alasan lainnya yaitu naiknya konsumsi listrik selama penerapan kerja dari rumah (WFH).
Made bilang, PLN menunda pencatatan dan pemeriksaan meteran listrik pelanggan demi mencegah penyebaran wabah virus corona, tagihan Maret pun diambil dari rata-rata konsumsi 3 bulan sebelumnya yaitu Desember 2019 dan Januari-Februari 2020.
[Gambas:Video CNN]
Oleh karena itu, Made menyebut bahwa penggunaan berlebih pada Maret yang belum ditagihkan dilimpahkan (carry over) ke penggunaan April.
"Sehingga terjadi kenaikan, ada carry over dari Maret dan peningkatan di April sehingga tagihan kWh terasa 200 kali lipat tagihannya, ini perlu kita jelaskan," ucap Made.