Langkah pemerintah AS mengunci wilayah (lockdown) untuk memerangi virus corona berdampak besar pada perekonomian dan juga para pekerja di sana.
Mengacu data dari Biro Statistik Tenaga Kerja pada Jumat (8/5), jumlah 20,5 juta orang yang kehilangan pekerjaan menjadi penurunan paling besar sejak pencatatan data pekerja dilakukan 1939 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebaran virus corona itu pula yang awalnya membuat Pemerintah AS menetapkan lockdown. Ironisnya, dalam kurun waktu dua bulan peningkatan jumlah pengangguran terjadi di semua sektor.
Jumlah angkatan kerja juga turun dari 60 persen pada Maret menjadi 51,3 persen pada April. Persentase populasi itu adalah yang terendah sepanjang sejarah.
Barbara Hull (38), warga AS, merupakan salah satu pegawai yang terkena dampak pandemi virus corona. Sebelum pemerintah menerapkan lockdown pada 18 Maret, Hull masih bekerja sebagai pelayan di Hotel Caesar Palace, Las Vegas.
Sementara itu, Micaela Stoia (22) juga dirumahkan untuk sementara dari pekerjaannya sebagai pelatih anjing di Petco. Ia sudah mengajukan tunjangan pengangguran, tetapi hingga kini belum menerima uang dari pengajuan tersebut.
"Pada saat saya berusia 26 tahun, saya akan membutuhkan pekerjaan tetap, tetapi pandemi corona ini telah menunda semuanya," kata Stoia.
[Gambas:Video CNN]
(jal/bir)