Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada 12 BUMN yang diprioritaskan mendapat dukungan berupa pemberian dana talangan untuk modal kerja, kompensasi, hingga Penanaman Modal Negara (PMN).
Prioritas kepada 12 BUMN tersebut didasarkan pada lima pertimbangan, yakni: pengaruh terhadap hajat hidup masyarakat, peran sovereign yang dijalankan, eksposur terhadap sistem keuangan, porsi kepemilikan saham pemerintah hingga total aset yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, pemerintah juga akan memberikan bantuan kepada PT Hutama Karya berupa penambahan PMN sebesar Rp7,5 triliun dari sebelumnya hanya mendapat Rp3,5 triliun. "Sehingga totalnya adalah Rp11 triliun," ucapnya.
Berikutnya, Perum Bulog yang melakukan penugasan operasi logistik akan mendapatkan dana tambahan sebesar Rp10,5 triliun.
"Kami akan melibatkan BPKP, BPK dan KPK dalam melihat operasi dan membantu menggunakan dana talangan sehingga fungsi BUMN tetap jalan dan tidak ada penyalahgunaan dana talangan," tegasnya.
Ada pula PT Kereta Api Indonesia yang akan dapat talangan modal kerja Rp3,5 triliun dan PT Perkebunan Nusantara yang mendapatkan dana talangan modal kerja sebesar Rp4 triliun.
Kemudian, ada PT Bahana yang merupakan parent company Jamkrindo dan Askrindo akan mendapatkan PMN tambahan Rp6 triliun untuk program jaminan UMKM yang dijalankan oleh Askrindo dan Jamkrindo.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian PT Permodalan Nasional Madani (PNM) akan mendapatkan tambahan penyertaan modal negara dari Rp1 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Tambahan PMN itu ditujukan untuk memperlancar penyaluran kredit usaha kecil dalam program mekar.
Pemerintah juga akan memberikan talangan modal kerja bagi PT Krakatau Steel sebesar Rp3 triliun dan talangan modal kerja sebesar Rp650 miliar kepada Perumnas.
Sementara PT Pertamina (Persero) akan mendapatkan dana kompensasi dari tidak adanya kenaikan harga BBM yakni sebesar Rp 45 triliun sesuai dengan hasil audit BPK. Terakhir, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) akan mendapatkan PMN Rp500 miliar.