Misalnya, PT BPRS Mulia Berkah Abadi yang menawarkan program 'Deposito Langsung Dapat Rumah Baru'. Direktur Operasional Bank Syariah Mulia Amir Rusopi mengatakan nasabah harus menempatkan deposito senilai Rp2 miliar.
Namun, dana tersebut tidak bisa diambil selama 18 bulan. Setelah nasabah menempatkan dananya, maka pihak BPRS akan memberikan satu unit rumah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, perusahaan memang bergerak di bisnis pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan konsep syariah. Selain Griya Mulia Sawangan di Depok, BPRS ini juga memiliki sejumlah perumahan seperti Griya Mulia Cisauk di Tangerang, Griya Mulia Pelita Tujuh di Depok, dan Griya Mulia Duren Mekar di Bojongsari, Depok.
"Ini rumah kedua. Kami ada rencana sampai maksimum lima unit rumah untuk budget promosi kami," imbuhnya.
Griya Mulia Sawangan, Depok sendiri terdiri dari 32 unit rumah. Dari jumlah tersebut tersisa 11 unit rumah kosong.
Lebih lanjut, BPRS menawarkan dua opsi bagi nasabah. Pertama, BPRS melakukan balik nama rumah kepada nasabah kemudian ditempati atau disewakan. Kedua, balik nama rumah kepada nasabah namun dijual kembali melalui BPRS sebagai perantara. Untuk skema kedua, maka nasabah wajib memberikan fee penjualan sebesar 5 persen.
"Ada penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Untuk BPR LPS membatasi jaminan maksimum untuk deposito Rp2 miliar dan maksimum bagi hasil 8,25 persen untuk BPR. Jadi, kami ambil kondisi itu biar nasabah aman dan tenang," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan penempatan deposito dengan akad mudharabah muthlaqah telah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan untuk programnya sendiri merupakan bagian dari promosi bank yang sudah dianggarkan dana promosinya dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) awal tahun.
"Kalau budget (anggaran) promosi tidak butuh izin lagi karena kami sudah kami lakukan budget promosi di awal tahun pada RBB. Tapi, kalau memang harus dilaporkan maka kami akan regularisasi atas penjualan produk ini," ujarnya.
"Dalam kondisi ini kami lihat peluang apa untuk menjaga likuiditas, dengan dana masuk kami pastikan dana ini tidak ditarik nasabah karena kami ikat diri kami dan nasabah dan atas kompensasi itu kami berikan budget promosi kami berupa rumah," katanya.
CNNIndonesia.com sudah menghubungi Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot untuk meminta penjelasan terkait program tersebut. Namun, yang bersangkutan belum menjawab.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)