Resolusi yang diusulkan Australia ini memang tidak menyebutkan secara spesifik soal keterkaitan China. Permintaan itu hanya berbunyi "evaluasi secara imparsial, mandiri, dan menyeluruh yang dikoordinasi WHO terkait respons dunia terhadap Covid-19".
Resolusi ini mendapat dukungan internasional dari negara-negara seperti India, Selandia Baru, Rusia, Inggris, juga negara anggota Uni Eropa. Namun, China dilaporkan murka dengan desakan Australia untuk menyelidiki penanganan virus corona yang telah menjangkiti seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan penyelidikan China menunjukkan kebijakan tersebut telah secara substansial merusak industri dalam negeri China," kata kementerian perdagangan China dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP pada Selasa.
Meskipun membantah, namun, Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye bulan lalu mengatakan kepada Australian Financial Review bahwa dorongan penyelidikan oleh Australia dapat memprovokasi boikot konsumen produk Negeri Kanguru di China.
[Gambas:Video CNN]
"Publik China frustrasi, kecewa. Mereka kecewa dengan apa yang dilakukan Australia sekarang," kata Cheng.
"Terserah orang untuk memutuskan. Mungkin orang-orang biasa akan mengatakan 'Mengapa kita harus minum anggur Australia? Makan daging sapi Australia?'" (jal/agt)