"Mengingat dampak krisis Covid-19 terhadap industri penerbangan, Latam terpaksa membuat serangkaian keputusan yang sangat sulit dalam beberapa bulan terakhir," kata CEO Latam Airlines Group Roberto Alvo dikutip dari AFP, Selasa (26/5).
Seperti diketahui, industri penerbangan global terpukul kemunculan pandemi. Pasalnya, mayoritas negara membatasi penerbangan serta melakukan penguncian wilayah (lockdown), sehingga mobilitas masyarakat berkurang drastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses finansial dalam Chapter 11 memberikan peluang terarah dalam negosiasi dengan kreditur kami dan pemangku kepentingan lainnya guna mengurangi utang kami dan mengatasi tantangan komersial yang kami hadapi," imbuhnya.
Namun, manajemen menyatakan pengajuan pailit tidak akan berdampak langsung pada penerbangan penumpang maupun kargo. Sebelum pandemi, maskapai itu terbang ke 145 destinasi di 26 negara. Dalam sehari, Latam Airlines Group mampu mengoperasikan sekitar 1.400 penerbangan.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)