Imbas Corona, Maskapai Terbesar Amerika Latin Ajukan Pailit

CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 14:08 WIB
Petugas berada di dekat pesawat maskapai China Southern Airlines tujuan Guangzhou, China, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2/2020). Pesawat dengan nomor penerbangan CZ 626 yang mengangkut 126 orang penumpang tersebut merupakan pesawat terakhir dari Bali menuju China sebelum pemberlakuan penundaan penerbangan dari dan menuju seluruh destinasi di Latam Airlines mengajukan pailit karena tak kuat menahan tekanan finansial dari pandemi virus corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf).
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai penerbangan terbesar asal Amerika Latin, Latam Airlines Group mengajukan permohonan bangkrut atau pailit di pengadilan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (26/5). Sebab, pandemi virus corona (covid-19) membuat kinerja perusahaan terus merosot.

"Mengingat dampak krisis Covid-19 terhadap industri penerbangan, Latam terpaksa membuat serangkaian keputusan yang sangat sulit dalam beberapa bulan terakhir," kata CEO Latam Airlines Group Roberto Alvo dikutip dari AFP, Selasa (26/5).

Seperti diketahui, industri penerbangan global terpukul kemunculan pandemi. Pasalnya, mayoritas negara membatasi penerbangan serta melakukan penguncian wilayah (lockdown), sehingga mobilitas masyarakat berkurang drastis.


Latam Airlines Group dan afiliasinya meminta perlindungan sesuai Bab 11 Undang-Undang Kepailitan AS, atau populer dengan sebutan Chapter 11. Latam sendiri mempunyai afiliasi bisnis di Chili, Peru, Ekuador, dan Kolombia.

Perlindungan Chapter 11 memungkinkan perusahaan yang tidak mampu membayar utang untuk melakukan restrukturisasi tanpa tekanan dari kreditur.

Hal serupa dilakukan oleh maskapai penerbangan Chili-Brasil pada awal Mei lalu. Mereka mengurangi operasional hingga 95 persen di tengah pandemi.

"Proses finansial dalam Chapter 11 memberikan peluang terarah dalam negosiasi dengan kreditur kami dan pemangku kepentingan lainnya guna mengurangi utang kami dan mengatasi tantangan komersial yang kami hadapi," imbuhnya.

Namun, manajemen menyatakan pengajuan pailit tidak akan berdampak langsung pada penerbangan penumpang maupun kargo. Sebelum pandemi, maskapai itu terbang ke 145 destinasi di 26 negara. Dalam sehari, Latam Airlines Group mampu mengoperasikan sekitar 1.400 penerbangan.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/sfr)