"Sejak ada wabah covid-19 ini jasa industri perhotelan dan restoran di mana pun termasuk Kalbar sangat terpukul. Nah, kami harap habis lebaran ini aktivitas jasa perhotelan dan restoran kembali normal atau diperbolehkan," ujar Ketua PHRI Provinsi Kalbar Yuliardi Qamal seperti dikutip dari Antara, Selasa (26/5).
Ia mengungkapkan operasional sejumlah hotel anggotanya berhenti selama beberapa waktu terakhir, baik layanan kamar maupun restoran. Selain karena pembatasan pemda, operasional hotel dihentikan karena minimnya tamu di tengah pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyerap tenaga kerja, membeli produk hasil pertanian dan lainnya untuk kebutuhan hotel. Dengan begitu ekonomi masyarakat dan daerah tumbuh. Kalau di Kota Pontianak, sektor perhotelan dan restoran penyumbang pendapatan asli daerah atau PAD yang besar," jelasnya.
Sebagai informasi, hingga Senin (25/5) pukul 12.00, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah kasus positif corona di Kalbar mencapai 175 kasus. Sebanyak 43 pasien di antaranya sembuh dan 4 pasien meninggal.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/bir)