Untuk itulah, mereka membuka peluang kerja sama dengan semua platform e-commerce guna mendukung pengembangan koperasi dan UMKM.
"Kami sudah dan akan terus membuka kerja sama dengan platform e-commerce, warung tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, maupun pihak terkait lainnya, baik online maupun offline, untuk memajukan koperasi dan UMKM di tanah air," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Selasa (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, sambungnya, terdapat 5 platform e-commerce yang telah bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia. Kelimanya yaitu Blibli, Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak.
Melalui e-commerce, UMKM dapat memasarkan produk dan masuk ke era ekonomi digital. Saat ini, kata dia, 87 persen UMKM di Indonesia masih tertinggal dalam sisi digital.
[Gambas:Video CNN]
Padahal, mengutip laporan McKinsey pada 2018, ekonomi digital memberikan sejumlah keuntungan di antaranya keuntungan finansial melalui peningkatan penjualan dan penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi UMKM.
Selain itu, keuntungan bagi pembeli dengan peluang menghemat 11-25 persen dari harga ritel. Lalu, kesetaraan sosial melalui kesempatan perempuan untuk beraktivitas dan memperoleh pendapatan melalui kegiatan di platform e-commerce.
"Kami membuka kolaborasi pemikiran untuk bersama-sama membantu UMKM kita bertahan di tengah covid-19 dan melaju setelahnya," ujarnya.