"Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi mampu bertahan pada level MA50 dengan indikasi melanjutkan penguat ke level resistance," ujarnya dalam riset tertulis yang dikutip Kamis (28/5).
Namun, investor mencermati perseteruan AS-China yang kembali mengancam perdagangan dua negara. Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump mengecam rencana China untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Nasional di Hong Kong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek karena kondisi perekonomian Indonesia yang masih berada dalam kondisi stabil.
"Kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG masih bersifat teknikal rebound," katanya.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat pada perdagangan Rabu (27/5). Indeks ditutup di level 4.641 naik 14,75 poin atau 0,32 persen.
Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 2,21 persen ke level 25.548, S&P 500 menguat 1,48 persen ke level 3.036,danNasdaq Composite menanjak 0,77 persen menjadi 9.412. (ulf/agt)