Dirut Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan torehan laba tersebut terjadi akibat penurunan beban pokok pendapatan sebesar 39,8 persen dan biaya administrasi dan umum sebesar 41,5%.
"Perseroan telah melakukan perbaikan bisnis sejak 2019 dan hasilnya mulai terlihat di triwulan I 2020 ini. Beberapa upaya yang telah dilakukan Perseroan untuk memperbaiki kinerja antara lain melalui program restrukturisasi dan transformasi. Salah satu hasil positif yang dicapai Perseroan adalah penurunan biaya operasi induk turun 31 persen menjadi US$46,8 juta dibandingkan periode yang sama di tahun 2019", ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Jumat (29/5) ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk cash to cash cycle juga mengalami percepatan siklus 40 hari atau sekitar 41% pada Desember 2019 dibanding dengan periode di sepanjang tahun 2018.
Meskipun menorehkan kinerja yang mulai menggembirakan, Silmy mengatakan triwulan II 2020 kemungkinan akan diwarnai beban yang berbeda.
Pasalnya, perusahaan akan dihadapkan pada kondisi pasar baja yang melemah sampai sekitar 50 persen akibat tekanan ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Melemahnya perekonomian nasional telah berdampak pada industri baja.
"Hal ini jika berlanjut terus menerus maka diperkirakan akan berdampak pada kinerja di tahun 2020", tutur Silmy.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)