RI Ekspor Baja ke AS di Tengah Pandemi Corona

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 10:17 WIB
Tata Metal Lestari mengekspor 300 ton baja ke AS, Puerto Rico dan Kanada. Jumlahnya akan meningkat bertahap hingga 3.000 ton per bulan. Tata Metal Lestari mengekspor 300 ton baja ke AS, Puerto Rico dan Kanada. Jumlahnya akan meningkat bertahap hingga 3.000 ton per bulan. Ilustrasi baja. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia mengekspor baja ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS), di tengah pandemi virus corona. Ekspor dilakukan karena utilisasi produk baja di pasar dalam negeri menurun.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian Dini Hanggandari mengatakan ekspor baja menjadi langkah strategis saat ini, mengingat utilisasi baja di dalam negeri turun 50 persen karena pemerintah sedang fokus menangani penyebaran penyakit covid-19.

"Pada dasarnya, baja ini kami butuh untuk pemenuhan dalam negeri sendiri. Tapi jika ekspor dilakukan oleh industri yang produknya secara suplay sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri, ekspor itu sebagai diversifikasi pasar. Jadi, memang kami dorong," kata Dini, mengutip Antara, Kamis (9/4).


Ia menjelaskan saat ini, permintaan produk hilir baja sedang berkurang dan beralih ke obat-obatan, masker, dan alat kesehatan. Karenanya, ekspor baja diharapkan dapat menjadi penopang agar ekonomi domestik tetap berjalan dengan baik.

Kementerian Perindustrian, lanjut dia, akan mengawal industri baja untuk berkontribusi dalam situasi ini. Kemenperin juga akan memudahkan pelaku industri baja menembus pasar mancanegara.

Dini menuturkan Indonesia juga mempunyai fasilitas perjanjian perdagangan bebas atau FTA dengan negara mitra untuk menurunkan bea masuk produk dari Indonesia.

Terkait standar yang dibutuhkan untuk menembus pasar ekspor, produk baja yang disusun dalam negeri sebagian besar diklaim sudah mengacu pada standar internasional.

"SNI yang disusun dalam negeri sebagian besar sudah mengacu pada standar-standar internasional jepang atau JIS dan ASTM (American Soicety for Testing and Materials). Sehingga, secara umum standar internasional dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri apabila industri tersebut sudah memenuhi SNI," terang dia.

PT Tata Metal Lestari, produsen BJLAS (Baja Lapis Alumunium Seng) dan BJLS (Baja Lapis Seng) dalam negeri yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon Cikarang, untuk pertama kalinya mengekspor produk mereka ke beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Kanada.

Vice Presiden Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi mengatakan total BJLAS dan BJLS yang diekspor kali ini mencapai 300 ton pada tahap awal.

Namun untuk selanjutnya akan ditingkatkan menjadi 2.000 ton-3.000 ton per bulan dengan nilai US$1,6 juta-US$2 juta.

Ia menambahkan ekspor perdana ini menunjukkan bahwa baja produksi Tata Metal Lestari yang merupakan 100 persen milik Indonesia (PMDN), bisa bersaing di pasar internasional, dan memiliki standar mutu yang diakui secara internasional.

[Gambas:Video CNN]


(bir)