Sementara inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 0,09 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,19 persen pada April 2020.
"Inflasi Mei 2020 kecil sekali yaitu 0,07 persen. Ini sangat jauh pada Idul Fitri tahun lalu. Ini pola yang tidak biasa," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, inflasi lainnya terjadi di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12 persen. Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman juga tercatat inflasi sebesar 0,08 persen.
Sementara itu, sejumlah kelompok justru menyumbang deflasi. Salah satunya adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat deflasi sebesar 0,32 persen.
[Gambas:Video CNN]
"Yang menyumbang deflasi itu cabai merah dan telur ayam ras," imbuh Suhariyanto.
Berdasarkan komponennya, inflasi terjadi berkat sumbangan dari inflasi inti sebesar 0,06 persen dan andil 0,04 persen. Lalu, komponen harga diatur pemerintah (administered price) inflasi 0,67 persen dan komponen bergejolak (volatile foods) dengan deflasi 0,5 persen.
Komponen volatile foods, terdiri dari komponen energi dengan inflasi 0,08 persen dan komponen bahan makanan dengan deflasi 0,13 persen dan andil minus 0,49 persen.
Berdasarkan wilayah, inflasi terjadi di 67 kota dari 90 kota IHK. Sementara 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjungpandan sebesar 1,2 persen dan terendah di Tanjungpinang, Bogor, dan Madiun sebesar 0,01 persen. Kemudian, deflasi tertinggi di Luwuk sebesar 0,39 persen dan terendah di Manado 0,01 persen.
(aud/agt)