Tingkat inflasi pada Mei 2020 atau lebaran tahun ini hanya 0,07 persen. Angkanya terbilang rendah dari tahun-tahun sebelumnya.
"Iya, inflasi lebaran Mei 2020 ini terendah sejak 1978. Dalam kondisi normal bahwa inflasi tinggi setiap mau lebaran kan," ujar Direktur Statistik Harga BPS Nurul Hasanudin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama terjadi pada 1980. Pada Juli 1980, inflasi tercatat sebesar 1,1 persen, namun angkanya naik pada Agustus 1980 karena ada momen lebaran menjadi 1,19 persen.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan ada penurunan permintaan selama ramadan hingga lebaran tahun ini. Hal itu terjadi karena ada kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah demi menekan penularan virus corona di dalam negeri.
"Karena PSBB, maka aktivitas sosial turun, pendapatan masyarakat turun. Itu yang mengakibatkan permintaan turun," kata Suhariyanto.
Lalu, inflasi lainnya terjadi di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12 persen. Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman juga tercatat inflasi sebesar 0,08 persen.
Namun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru tercatat deflasi sebesar 0,32 persen. Deflasi terjadi karena ada penurunan harga di sejumlah komoditas. "Yang menyumbang deflasi itu cabai merah dan telur ayam ras," pungkas Suhariyanto.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)