Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan penyaluran BLT Dana Desa diberikan ke 1.213.506 keluarga yang kehilangan mata pencarian di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Lalu, diberikan kepada masyarakat desa yang masuk dalam kategori penerima berdasarkan hasil musyawarah khusus desa.
"Kemudian juga diberikan ke 247.283 keluarga yang anggotanya menderita penyakit kronis dan menahun," ujar Abdul dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Dana Desa baru masuk ke RKDes karena keterlambatan terbitnya peraturan bupati (perbup) tentang pengalokasian dana ke masing-masing desa. Begitu pula dengan beleid berbentuk surat kuasa bupati untuk pemindahbukuan dana di KPPN ke RKDes.
"Ada juga masalah bansos provinsi maupun kabupaten yang belum turun dengan janji Rp600 ribu per bulan. Sementara, pemprov atau pemkabnya meminta BLT Dana Desa disalurkan setelah bansos dari mereka dulu," jelasnya.
"Untuk meminta informasi saja, kami kadang baru bisa dapat tiga hari kemudian. Belum lagi, masalah transportasi untuk bawa dana dari kabupaten ke desa," terang dia.
Menurut data Kemendes, setidaknya 153 kabupaten/kota sudah 100 persen menyalurkan BLT Dana Desa tahap pertama. Lalu, yang sudah mencapai 75 persen sampai 99 persen sekitar 144 kabupaten/kota.
Kemudian, 45 kabupaten/kota mencapai 50 persen sampai 74 persen dan 69 kabupaten/kota mencapai 1 persen sampai 49 persen. Ssianya, 23 kabupaten/kota masih 0 persen.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)