Kemendikbud Dukung Pelatihan Literasi Online untuk SD

Advertorial, CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 00:00 WIB
adv kemendikbud Dok. ProVisi Education
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa yang dilakukan guru dan orang tua untuk membuat anak menikmati kegiatan membaca? Ternyata, ekspresi, suara, dan gerakan orang tua dan guru saat membacakan buku, menjadi faktor yang sangat penting. Saat guru atau orang tua membacakan cerita, anak-anak dapat tertarik, senang, dan akhirnya menikmati kegiatan membaca.

Trik-trik tersebut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pelatihan daring 'Menumbuhkan Minat Baca di Rumah Menggunakan LiteracyCloud.org untuk Sekolah Dasar' yang diselenggarakan oleh Room to Read, dengan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan ProVisi Education.

Difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, pelatihan ini dihadiri secara daring oleh 890 orang guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.


Pelatihan di Kabupaten Trenggalek merupakan pelatihan wilayah ketiga dalam lingkup wilayah setelah sebelumnya diselenggarakan di wilayah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta pada Mei lalu. Pada Maret, Room to Read juga telah menyelenggarakan pelatihan daring berskala nasional di 97 kota di seluruh Indonesia.

Dalam pelatihan ini, Room to Read sekaligus memperkenalkan LiteracyCloud.org, sebuah platform yang menyediakan buku anak digital berkualitas dan dapat berperan sebagai sumber pembelajaran kegiatan membaca untuk guru maupun orang tua.

adv kemendikbudDok. ProVisi Education

Koordinator Fungsi Penilaian SD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Eko Warisdiono, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi pemerintah dengan masyarakat, yang bertujuan untuk membangun kompetensi dasar anak di bidang literasi.

"Kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi kita, menjadi model kegiatan penguatan literasi yang inovatif. Meskipun kita tidak dapat bertatap muka, namun semangat untuk belajar tetap kuat," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung penuh inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh Room to Read. Sebelumnya, Room to Read telah banyak berkiprah dalam kegiatan literasi di Indonesia, dari penyediaan buku bacaan, dukungan pada perpustakaan ramah anak, dan kini, penyediaan sumber bacaan dan pembelajaran berbasis cloud. Eko pun mengapresiasi tahapan-tahapan yang dijalankan Room to Read yang telah dirancang dengan sistematis.

"Melalui LiteracyCloud.org, anak difasilitasi untuk belajar, dengan materi dan konten yang tersedia bebas dalam cloud, dan dapat diakses siapa saja, baik guru, orang tua, sekolah, maupun masyarakat luas. Dengan demikian, anak-anak didik kita mendapatkan bekal yang maksimal." Ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Trenggalek, Totok Rudijanto, didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Siti Zaenab, mendukung penyelenggaraan pelatihan ini sebagai dorongan bagi para guru.

"Dalam kondisi sekarang, dan juga agar ikut serta dalam era Revolusi Industri 4.0, pelatihan ini mendukung pembelajaran mandiri para guru," ungkap Totok.

Kabupaten Trenggalek memiliki 422 lembaga sekolah dasar dan lebih dari 3.300 guru yang tersebar di 14 kecamatan. Pelatihan ini menjadi media yang tepat bagi para guru untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan, serta bertukar pikiran dan pendapat tentang teknologi dan jaringan internet.

"Dengan demikian, para guru dapat mengembangkan kinerja, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat sekitar, terutama anak-anak didik kita," tambahnya.

Pelatihan ini memperkenalkan konsep baru pelatihan secara daring. Di sini guru dan orang tua dapat secara bebas mengakses video-video pembelajaran kegiatan membaca. Selain itu, pemanfaatan LiteracyCloud.org mendorong penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar. Bagi anak-anak, LiteracyCloud.org menyediakan akses pada lebih dari 200 buku-buku bacaan untuk anak yang berkualitas yang akan membuat kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan.

adv kemendikbudDok. ProVisi Education

Dalam masa pandemi COVID-19, kegiatan membaca melalui LiteracyCloud.org mendukung kreativitas guru dan orang tua, terutama dalam kegiatan literasi. Kegiatan belajar dari rumah dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

Dalam pelatihan ini, Koordinator Program Perpustakaan, Provisi Education, Sabrina Esther Sarmili, dan Koordinator Program Penerbitan dan Teknologi Informasi, ProVisi Education, Enda Hidayat, berbagi materi tentang cara membangun kebiasaan membaca anak-anak melalui LiteracyCloud.org.

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi media berbagi pengalaman kegiatan membaca antar para guru. Para peserta juga diajak bekerja sama dengan orang tua dan guru untuk meningkatkan pengalaman membaca anak.

Room to Read telah bekerja untuk mendukung literasi sekolah dasar di 16 negara di seluruh dunia. Di Indonesia, Room to Read telah mendukung kegiatan literasi sekolah dasar sejak 2014 dengan menerbitkan buku bacaan berkualitas, membangun perpustakaan ramah anak, menyelenggarakan pelatihan untuk guru, dan menyebarkan semangat literasi melalui kegiatan membaca yang menyenangkan dan menarik.

Kini, melalui LiteracyCloud.org, Room to Read memanfaatkan teknologi untuk membuat lebih banyak anak, lebih banyak guru, dan lebih banyak sekolah mendapatkan akses ke buku cerita berkualitas yang akan mendukung membaca dan belajar dengan cara-cara baru dan inovatif. Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan membuka lebih banyak peluang untuk berbagi kesenangan membaca. (adv/adv)