Pemerintah Kaji Ubah Skema Bansos Sembako Jadi BLT

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 15:00 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy usai melakukan pertemuan dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ( Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. Jakarta, Selasa, 5 November 2019. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah tengah mengkaji perubahan bansos paket sembako menjadi BLT.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah tengah mengkaji perubahan bantuan sosial (bansos) berbentuk paket sembako menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Hal ini sedang dibahas di Kementerian Sosial (Kemensos).

"Soal apakah nanti ada bantuan sembako akan diganti juga oleh BLT itu masih dalam pembahasan kajian oleh Kementerian Sosial. Itu akan diberitahukan tentang keputusannya," ungkap Muhadjir dalam video conference, Kamis (4/6).

Ia tak menjelaskan rinci berapa nilai bantuan berbentuk sembako yang rencananya akan diubah menjadi BLT. Hal ini masih dibicarakan di tingkat kementerian.


Sementara, Muhadjir menyatakan jumlah bansos yang akan diberikan kepada tiap keluarga akan dikurangi 50 persen jelang penerapan kebijakan kenormalan baru (new normal) di Indonesia. Artinya, pemerintah hanya akan memberikan BLT sebesar Rp300 ribu dari sebelumnya yang mencapai Rp600 ribu kepada masing-masing penerima.

"Bansos memang diperpanjang sampai Desember 2020 tapi nilai bantuannya 50 persen dari total yang akan berakhir Juli. Jadi Agustus sampai Desember 2020 akan separuh," terang Muhadjir.

Ia mengatakan pemerintah sengaja mengurangi nilai bansos agar ketergantungan masyarakat yang terdampak virus corona terhadap bantuan pemerintah bisa berkurang jelang penerapan new normal. Pasalnya, pemerintah akan kembali membuka ruang publik secara bertahap sehingga aktivitas perekonomian diharapkan kembali bangkit.

"Kami melihat kecenderungan untuk ketergantungan bansos dikurangi jelang menuju new normal, karena nanti berbagai macam lapangan aktivitas di sektor-sektor padat karya dan lapangan pekerjaan lain dibuka karena ada pengurangan PSBB," jelas Muhadjir.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ada perubahan nominal dan jangka waktu penerimaan bansos serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di tengah pandemi corona. Kedua jenis bantuan itu akan diperpanjang hingga akhir tahun ini.

"Bansos akan diperpanjang sampai Desember, untuk Jabodetabek akan sampai Desember. Namun, Juli hingga Desember akan turun dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan," kata Sri Mulyani.

Kemudian, bansos non Jabodetabek akan turun dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu mulai Juni 2020 hingga Desember 2020. Sementara, pengurangan BLT dana desa akan berlaku dari Juli hingga September 2020.

[Gambas:Video CNN]

(aud/age)