Bos OJK Optimistis Penguatan IHSG Bakal Berlanjut

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 19:45 WIB
Papan monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, 27 Februari 2019. Pada pembukaan  saham sesi pertaman , Rabu (27/2/2019), IHSG melemah 8,915 poin (0,10%) ke 6.535,136. Indeks LQ 45 berkurang 1,715 poin (0,17%) ke 1.023,207. CNN Indonesia/Hesti Rika Ketua DK OJK Wimboh Santoso meyakini penguatan IHSG akan berlanjut. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal terus melanjutkan penguatan. Ia mengklaim pasar menyambut positif kebijakan yang diterbitkan otoritas di tengah pandemi virus corona.

"Sentimen positif sudah mulai hadir, beberapa minggu terakhir sudah banyak hijaunya, indeks tadi pagi sempat menyentuh 5.000, ini karena kami sudah mengeluarkan kebijakan sehingga direspon positif," ujar Wimboh melalui video conference, Kamis (6/9).

Sebelumnya, IHSG sempat amblas ke level terendahnya dalam 8 tahun terakhir yaitu 3.989 akibat aksi jual investor. Namun, pasar modal mulai menunjukkan geliatnya pada beberapa pekan terakhir.


Sepanjang Mei, volatilitas berhasil turun, indeks bergerak stabil dalam rentang 4.847-5.014. Sementara arus modal masuk asing (capital inflow) selama bulan lalu tercatat beli bersih (net buy) Rp8 triliun.

"Indeks yang awalnya (di posisi) 6.000-an turun, sudah ada kebijakan awal bagaimana meredam agar penurunan tidak drastis. Berbagai kebijakan kami lakukan, seperti memperpendek rentang auto reject," ucap Wimboh.

Pada Maret lalu, OJK menginstruksikan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengubah batas bawah auto reject dari 10 persen menjadi 7 persen demi menekan laju arus modal keluar.

Peraturan tertuang dalam Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan tanggal 12 Maret 2020 perihal Perintah Perubahan Auto Rejection dan Penyesuaian Mekanisme Pra Pembukaan (Pre-Opening) Kepada BEI, Nomor Kep-00025/BEI/03-2020.

Selain itu, OJK juga mengizinkan emiten untuk melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham tanpa meminta restu kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

[Gambas:Video CNN]


(wel/sfr)