Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan cadangan devisa Indonesia cukup untuk pembiayaan 8,3 bulan impor atau delapan bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ungkap Onny dalam keterangan tertulis, Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, cadangan devisa sempat menurun karena intervensi yang harus dilakukan bank sentral nasional dalam rangka menstabilkan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda yang sebelumnya sempat tembus ke kisaran Rp16 ribu per dolar AS, kini berada di kisaran Rp13 ribu per dolar AS.
Intervensi dilakukan melalui dua hal. Pertama, di pasar spot, dan kedua, di pasar sekunder.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)