Erick Thohir Sebut Ada Utang Rp48 T di Balik Perombakan PTPN

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2020 19:12 WIB
Pengusaha Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya periode tahun 2019-2024 bersama Wapres Ma'ruf Amin. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj. Erick Thohir menyebut perombakan organisasi di tubuh holding PTPN III dilakukannya demi efisiensi. Efisiensi dilakukan karena utang holding BUMN tersebut mencapai Rp48 triliun. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan kinerja keuangan buruk menjadi alasan pemerintah merombak susunan organisasi anak usaha di bawah holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III. Kinerja buruk itu tercermin dari utang Rp48 triliun yang dimiliki oleh holding tersebut.

"PTPN dalam kondisi berat. Oleh karena itu kami efisiensi besar-besaran di PTPN. Kalau dilihat holding PTPN itu punya utang hampir Rp48 triliun," ucap Erick dalam video conference, Selasa (9/6).

Erick menyatakan pihaknya baru saja memangkas jumlah direksi di PTPN. Perusahaan yang menjadi anggota holding kini hanya memiliki satu direktur dari sebelumnya yang memiliki dua hingga tiga direktur.


"Banyak sekali, PTPN sampai ada 14. Jadi jumlah direksinya harus kami pangkas. Jumlah direktur yang bukan holding hanya ada satu orang," tutur Erick.

[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, Erick sedang berupaya untuk membuat PTPN menjadi tulang punggung bagi swasembada gula di Tanah Air. Hal ini khususnya untuk gula konsumsi.

"Kami mau pastikan bagaimana PTPN dengan Perum Perhutani nantinya dengan 130 ribu hektare (ha) lahan perkebunan, ditambah plasma rakyat jadi 270 ribu ha, kalau masing-masing ha punya produksi tujuh ton maka bukan tidak mungkin PTPN jadi tulang punggung swasembada gula," papar Erick.

Bila rencana itu terealisasi, artinya pemerintah tak perlu lagi melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi di dalam negeri. Namun, Erick menyatakan PTPN kemungkinan besar belum bisa memenuhi kebutuhan gula industri.

"Kebutuhan 3,5 juta gula konsumsi bisa, tapi gula industri sampai kapan pun impor harus dijalankan," pungkas Erick.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER