Sesuai dengan hasil pemungutan suara pada Rapat Umum Pemegang Sukuk pada hari ini, Rabu (10/6), persetujuan suara yang diberikan adalah 90,88 persen atau sebesar US$454.391.000 dari seluruh pokok sukuk.
Emiten berkode GIAA tersebut optimistis persetujuan atas Consent Solicitation perpanjangan masa pelunasan global sukuk ini bisa menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya pemulihan kinerja perusahaan yang saat ini terdampak atas pandemi Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pekan lalu, melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Direktur Keuangan dan Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal menyampaikan mayoritas sukuk holder menyetujui proposal yang ditawarkan Garuda sampai batas waktu Early Consent Fee pada 1 Juni 2020 .
"Suara yang diberikan secara elektronik dan menyetujui proposal GIAA sebesar US$444.981.000 dari pokok certificate yang mewakili 89,00 persen dari seluruh pokok certificate," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
(hrf/agt)