Marketing Director PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Ryan Alfons Kaloh mengatakan perusahaan menuai penjualan online tertinggi selama Mei dengan pertumbuhan ratusan persen dari biasanya.
"Walau sejak tahun lalu kami sudah investasi jutaan dolar untuk membuat sistem tapi seumur-umur kontribusi (online) tertinggi Mei lalu. Transaksi online meningkat ratusan persen," ucapnya lewat video conference pada Selasa (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Omzet usaha di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut melejit mencapai Rp886 juta per harinya atau naik 2-3 kali lipat dari rata-rata omzet harian di kisaran Rp300 juta per hari.
Inti menyebut kenaikan tersebut disumbang terbesar dari penjualan online yang ditopang insentif bebas ongkir untuk lokasi tak melebihi 2,5 kilometer (Km) dari gerai terdekat.
"Pada 21 Mei kami mencatat penjualan tertinggi yaitu Rp886 juta per hari, malah meningkat karena selama pandemi covid-19, penyedia bangan pada tidak beroperasi. Peningkatannya naik 2-3 kali lipat," ungkapnya.
Keterjangkauan harga, tambahnya, merupakan faktor pertimbangan pembeli. Ia memastikan Toko Tani Indonesia Center tak menjual harga komoditas di atas harga eceran tertinggi (HET).
"Contohnya seperti gula harus jual Rp12.500 per kilogram (Kg), kami bisa jual segitu karena punya koneksi langsung ke distributor pabrik gula," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(wel/sfr)