Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan target tersebut masih mungkin untuk diubah jika kondisi operasional hulu migas dapat kembali normal serta harga minyak dan LNG yang berdampak pada besaran investasi sektor hulu migas dapat kembali stabil.
"Tapi angka ini masih bisa berubah. Di kuartal pertama itu masih di angka 725 ribu bph jadi waktu kami diskusi, kami bisa output 725 ribu bph. Tapi dua bulan terakhir angkanya akan seperti ini," ujarnya dalam webinar yang digelar Asosiasi Perusahaan Pemboran Migas dan Gheotermal Indonesia (APMI), Kamis (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya penyesuaian target tersebut, SKK Migas saat ini berupaya untuk menjamin proyek-proyek yang akan on stream di tahun 2020 dapat berjalan tepat waktu.
Pada kuartal III/2020, SKK Migas menargetkan 5 proyek migas yang akan onstream antara lain Lapangan MSTB Fase-1 WK Malacca Strait, Lapangan Cantik WK Belida, Kompresor Betung dan SKG-19 Musi Timur WK Indonesia Pt. Pertamina EP, Lapangan Meliwis WK Madura Offshore, dan Lapangan Peciko 8A WK Mahakam.
[Gambas:Video CNN]
Dari 5 proyek yang sudah onstream di 2020 tersebut, SKK Migas mencatat adanya potensi penambahan produksi migas hingga 3.182 bopd untuk minyak dan 109,5 MMscfd untuk gas.
Adapun proyek onstream Lapangan Merakesh ENI East Sepingan yang diperkirakan dapat onstream pada kuartal III tahun ini diundur menjadi kuartal pertama 2020. (hrf/agt)