Erick Minta Masukan Menteri PUPR soal Rotasi Bos BUMN Karya
CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2020 18:22 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap sempat meminta masukan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rotasi sejumlah direktur perusahaan pelat merah di bidang konstruksi atau karya. Alasannya, Basuki mengetahui kinerja mereka selaku mitra di bidang tersebut.
Seperti diketahui, Erick mengganti Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto dengan Entus Asnawi Mukhson yang sebelumnya merupakan Direktur Keuangan Adhi Karya.
Lalu, Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat digantikan Novel Arsyad yang pernah menduduki kursi Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem Wijaya Karya. Kemudian, Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo diganti Budi Harto yang sebelumnya Direktur Utama Adhi Karya.
Selanjutnya, Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra digantikan Destiawan Soewardjono yang sebelumnya Direktur Wijaya Karya. Terakhir, Erick mencopot Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana dan menggantinya dengan Agung Budi Waskito dari Direktur Operasional I Wijaya Karya.
"Selain internal assessment dengan talent pool, kami libatkan juga menteri terkait karena mereka bantu kami cek kerjanya benar tidak? Ya misalnya Menteri PUPR," ucap Erick dalam konferensi pers virtual, Jumat (12//6).
Menurut Erick, masukan ini penting agar ia dapat menilai kinerja dan kompetensi masing-masing direktur dengan lebih komprehensif. Selain itu, ia tidak ingin ada anggapan bahwa penilaian hanya berdasarkan mana direktur yang disukainya dan tidak.
"Ini untuk check and balance agar tidak ada pemikiran BUMN dipimpinan saya itu ibarat 'menara gading'. Saya yang pilih, saya yang teken, kan ini demi kepentingan bersama," katanya.
Tak hanya Basuki, Erick bahkan juga melibatkan pihak-pihak lain. "Saya punya jaringan, sehingga saya bisa dapat input yang lebih luas," imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan ketua tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin itu juga mengungkap alasan mengapa perombakan direksi BUMN karya seolah hanya 'memutar-mutar' pejabat yang ada. Alasannya, sumber daya manusia di bidang tersebut cukup terbatas dan ingin memberi kesempatan bagi pegawai karir di bidang tersebut.
"Ya ini tergantung talent pool di dalamnya. Saya rasa, saya banyak beri kesempatan (kepada pegawai karir di BUMN). Banyak juga direksi yang sudah jadi dari dalam, jadi saya komit (beri kesempatan)," ungkapnya.
Kendati begitu, Erick menyatakan kementerian akan berusaha menjaring lebih banyak talenta potensial dari luar BUMN ke depan. Tujuannya, agar sumber talenta perusahaan negara kian luas, beragam, dan bisa mendapatkan yang terbaik.
"Saat ini hanya 10 persen (ketentuan) bisa rekrutmen dari luar, sekarang saya mau ubah jadi 30 persen boleh dari luar, supaya seru, supaya ada talent pool yang besar, ada persaingan sehat," tuturnya.
"Sekarang sudah tidak ada lagi 'direktur ini harganya segini', tidak ada lagi itu. Kalau ada di Kementerian (BUMN), ya saya copot juga," pungkasnya.
(uli/sfr)
Seperti diketahui, Erick mengganti Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto dengan Entus Asnawi Mukhson yang sebelumnya merupakan Direktur Keuangan Adhi Karya.
Lalu, Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat digantikan Novel Arsyad yang pernah menduduki kursi Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem Wijaya Karya. Kemudian, Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo diganti Budi Harto yang sebelumnya Direktur Utama Adhi Karya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk check and balance agar tidak ada pemikiran BUMN dipimpinan saya itu ibarat 'menara gading'. Saya yang pilih, saya yang teken, kan ini demi kepentingan bersama," katanya.
Tak hanya Basuki, Erick bahkan juga melibatkan pihak-pihak lain. "Saya punya jaringan, sehingga saya bisa dapat input yang lebih luas," imbuhnya.
"Ya ini tergantung talent pool di dalamnya. Saya rasa, saya banyak beri kesempatan (kepada pegawai karir di BUMN). Banyak juga direksi yang sudah jadi dari dalam, jadi saya komit (beri kesempatan)," ungkapnya.
Kendati begitu, Erick menyatakan kementerian akan berusaha menjaring lebih banyak talenta potensial dari luar BUMN ke depan. Tujuannya, agar sumber talenta perusahaan negara kian luas, beragam, dan bisa mendapatkan yang terbaik.
"Saat ini hanya 10 persen (ketentuan) bisa rekrutmen dari luar, sekarang saya mau ubah jadi 30 persen boleh dari luar, supaya seru, supaya ada talent pool yang besar, ada persaingan sehat," tuturnya.
"Sekarang sudah tidak ada lagi 'direktur ini harganya segini', tidak ada lagi itu. Kalau ada di Kementerian (BUMN), ya saya copot juga," pungkasnya.
(uli/sfr)