"Karena menyangkut kepentingan publik dan keuntungan bisnis BUMN itu," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga dalam video conference, Selasa (16/6).
Arya menjelaskan mayoritas saham BUMN digenggam oleh pemerintah. Dengan kata lain, pemerintah mewakili masyarakat dalam mengontrol BUMN di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika perusahaannya strategis, nama-nama yang masuk sebagai kandidat direksi BUMN nantinya juga akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Arya mencontohkan BUMN strategis itu, antara lain Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, dan beberapa bank.
Sebagai informasi, Menteri BUMN Erick Thohir baru saja merombak susunan direksi Pertamina. Ia mencopot 6 dari 11 anggota direksi perseroan namun tetap mempertahankan Nicke Widyawati sebagai direktur utama.
Selain Nicke, empat direktur yang dipertahankan adalah Direktur Keuangan Emma Sri Martini, Direktur Logistik Mulyono, Direktur SDM Koeshartanto, serta M. Haryo Yunianto. Namun, Haryo menempati jabatan dengan nomenklatur baru, yaitu dari Direktur Manajemen Aset menjadi Direktur Penunjang Bisnis.
Tak hanya mendepak enam direktur, Erick juga menghapus jabatan mereka dari struktur dewan direksi Pertamina. Kini, struktur direksi perusahaan pelat merah itu hanya berisi enam jabatan dengan penambahan Iman Rachman menjadi Direktur Strategi Portofolio and New Ventures. Iman sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).
(aud/age)