Usai Unilever, Honda Turut Boikot Iklan Facebook

CNN Indonesia | Minggu, 28/06/2020 19:13 WIB
Ilustrasi Facebook Ilustrasi platform Facebook (Herman Setiyadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan otomotif Honda turut memboikot Facebook dengan tidak memasang iklan di platform media sosial tersebut. Boikot dilakukan lantaran menilai Facebook gagal mengatasi ujaran kebencian.

Sebelumnya, Unilever dan Coca Cola dan ratusan perusahaan lainnya lebih dulu memboikot dengan tidak memasang iklan di Facebook.

"Pada Juli, American Honda akan menarik iklannya di Facebook dan Instagram, memilih untuk berdiri dengan orang-orang yang bersatu melawan kebencian dan rasisme. Ini sejalan dengan nilai-nilai perusahaan kami, yang didasarkan pada rasa hormat manusia," pernyataan resmi Honda, dalam sebuah unggahan di Twitter, Minggu (28/6).



Dalam 30 hari terakhir saja, Honda telah menghabiskan anggaran hampir US$700 ribu atau hampir Rp10 miliar untuk beriklan di Facebook. Data Ad Age juga menunjukkan Honda adalah pengiklan terboros ke-33 di AS.Aksi boikot ini diprediksi bakal mengurangi pendapatan Facebook. Berdasarkan data yang dilansir dari Motor Biscuit, pada 2018, Honda Motor Company membelanjakan US$1,39 miliar untuk iklan di Amerika Serikat.

Honda bergabung dengan 120 perusahaan lain yang memutuskan untuk ikut memboikot Facebook. Beberapa perusahaan besar yang ikut dalam aksi ini diantaranya Unilever, Coca Cola, dan The North Face.

Aksi memboikot Facebook ini diorganisir oleh sejumlah kelompok hak-hak sipil yang menyoroti konten-konten Facebook yang memberi tempat untuk rasisme dan juga hoaks.

Facebook sendiri menghormati keputusan sejumlah perusahaan atau merek yang memboikot mereka.

"Kami sangat menghormati apapun keputusan merek dan fokus pada pekerjaan penting untuk menghilangkan ujaran kebencian dan memberikan informasi pemungutan suara yang kritis," kata Vice President Global Business Group Facebook Carolyn Everson.

Masih belum diketahui secara pasti dampak boikot yang dilakukan perusahaan dengan iklan besar itu terhadap kebijakan Facebook.

(ptj/bmw)

[Gambas:Video CNN]