Ketua Kadin Rosan Roeslani mengungkapkan dunia usaha pada dasarnya terbuka terhadap perubahan yang mendorong efisiensi. Namun, perubahan itu tentu harus mengikuti aturan.
"Tentunya kan semua ada aturan dan menjaga dari segi keamanan serta konsumen yang menggunakan mata uang itu sendiri," ucap Rosan, Senin (29/7).
Karenanya, Rosan menilai Bank Indonesia (BI) dan pemerintah perlu mengkaji lebih jauh mengenai penggunaan Libra. Sejauh ini, Kadin sendiri belum membuat kajian khusus mengenai Libra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi memang untuk membuat satu regulasi saja berat, jadi harus lihat lagi keuntungan dan asas manfaatnya," ujar dia.
"Para menteri keuangan G7 dan gubernur bank sentral yang ada di sini memiliki keprihatinan serius," kata Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz.
"Libra menimbulkan banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari privasi, tindak pencucian uang, perlindungan konsumen, dan stabilitas keuangan. Saya kira Libra tidak dapat dilanjutkan tanpa mengatasi masalah tersebut," ujar Powell. (aud/sfr)