Buwas Proses Pemecatan Karyawan Bulog Terindikasi Mafia Beras

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 20:14 WIB
Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) memberikan keterangan kepada media terkait pencopotan dirinya dari jabatan kabareskrim di gedung Kabareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu 2 September 2015. Buwas mengaku sampai saat ini masih menjabat sebagai   Kabareskrim, Selain membantah kabar pencopotan, dia juga membantah kabar telah dipanggil oleh Presiden pada Selasa malam. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Buwas akan meminta pendampingan aparat penegak hukum dalam mengusut keterlibatan oknum pegawai Bulog dalam praktek mafia beras. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku tengah memproses pemecatan karyawan perseroan yang terindikasi kuat terlibat praktek mafia beras. Bahkan, ia mengaku akan meminta pendampingan aparat penegak hukum dalam proses tersebut.

"Saya sudah bilang yang sudah terbukti segera buat surat keputusan pemecatan," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini di Gedung DPR RI Senin (29/8).

Terkait pemecatan, ia menegaskan Perum Bulog tak akan menunda keputusannya jika pegawai itu terbukti terlibat dalam jaringan mafia. Bahkan, ia mengaku tidak akan menunggu proses sidang untuk memecat karyawan tersebut jika memang sudah mengantongi bukti.


"Secepatnya (dipecat) kalau bisa besok kenapa harus menunggu lama," katanya.

Sebelumnya, Buwas menyatakan bakal memecat 100 pegawai perusahaan yang terindikasi sebagai bagian dari jaringan mafia beras. Potensi pemecatan 100 pegawai ini berasal dari temuan di internal perusahaan.

Ia berharap langkah pemecatan bisa menjadi solusi bagi perbaikan kinerja Perum Bulog ke depan. Sebab, bila dipertahankan, ia khawatir 100 pegawai ini justru terus membebani perusahaan.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)