Inalum Proyeksi Raup Dividen Rp4,9 T dari Freeport pada 2021

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 21:03 WIB
Direktur Keuangan Holding PT Inalum, Orias Petrus Moedak Inalum memperkirakan setoran dividen dari Freeport Indonesia sebesar US$350 juta pada 2021 dan secara bertahap meningkat menjadi US$1 miliar pada 2023. (CNN Indonesia/Farid).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memperkirakan PT Freeport Indonesia akan membagikan dividen ke perusahaan sebesar 350 juta dolar atau Rp4,9 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS) pada 2021.

Hal tersebut diungkapkan Dirut PT Inalum atau Mind ID Orias Petrus Moedak dalam rapat dengar pendapat bersama komisi VII DPR RI, Selasa (30/6).

"Ekspektasi akan ada dividen 2021 kurang lebih US$350 juta kemudian akan meningkat secara bertahap dan kami expect untuk mulai menerima US$1 miliar dolar di 2023 dan seterusnya," ucap Orias.


Setoran dividen yang masuk ke Inalum hingga 2021 sendiri masih menggunakan hitungan kepemilikan saham sebesar 18,72 persen. Sebab, dividen didistribusikan berdasarkan persentase kepemilikan legal pemegang saham Freeport Indonesia sebelum Inalum menambah kepemilikan sahamnya menjadi 51,24 persen pada 21 Desember 2018.

Hal tersebut berlangsung hingga berakhirnya periode awal atau saat produksi kumulatif serta penjualan emas dan tembaga Freeport Indonesia melebihi jumlah yang ditentukan.

Berdasarkan perjanjian pemegang saham antara Inalum, Freeport Indonesia dan Freeport McMoran Inc., periode awal yang dimaksud adalah periode antara selesainya akuisisi saham Freeport Indonesia, yakni pada 21 Desember 2018, hingga tanggal yang jatuh lebih awal antara tanggal 31 Desember 2022 atau tanggal saat produksi kumulatif dan penjualan emas dan tembaga Freeport Indonesia melebihi jumlah yang ditentukan.

Artinya Inalum baru akan menerima dividen dari Freeport Indonesia berdasarkan kepemilikan 51,24 persen saham pada akhir 2022 atau setelah produksi dan penjualan melebihi jumlah yang ditentukan.

Kendati demikian, Orias menuturkan bahwa produksi Freeport hingga Mei 2020 sudah di atas ekspektasi sehingga ada peluang distribusi dividen bisa diberikan sesuai kepemilikan 51,24 persen saham.

"Produksi yang dihasilkan oleh Freeport memang sedikit di atas ekspektasi untuk mengamankan melewati masa sulit ini," tuturnya.

Sepanjang Januari hingga Mei sendiri, PT Freeport Indonesia telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara melalui pajak, PNBP, royalti, bea keluar dan lain-lain mencapai 171 juta dolar AS.

"Januari sampai Mei terkait dengan produksi dan harga penerimaan negara dari Freeport mencapai 117 juta dolar," pungkas Orias.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)