Produsen Zara Tutup 1.200 Gerai Akibat Corona

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 09:47 WIB
Toko ZARA Zara akan menutup 1.200 gerainya di seluruh dunia. Penutupan gerai disebabkan penurunan penjualan akibat pandemi virus corona. (Istockphoto/Borchee).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan mode yang menaungi label fesyen Zara, Inditex, akan menutup 1.200 gerainya di seluruh dunia. Penutupan toko ritel tersebut disebabkan penurunan penjualan akibat pandemi covid-19.

Mengutip Antara, Kamis (2/7), Inditex telah mengungkapkan rencana penutupan 3.785 gerai secara global sejak Maret lalu.

Tiga bulan kemudian, perusahaan asal Spanyol ini merilis pernyataan resmi yang menjelaskan rencananya meningkatkan penjualan secara online. Sebagai konsekuensinya, Inditex bakal menutup sebagian gerainya.


"Perusahaan telah memutuskan untuk membuat provisi sebesar 308 juta euro terkait dengan pelaksanaan rencana untuk meningkatkan toko online dan lebih lanjut mengintegrasikannya dengan toko ritel," kata Inditex dalam pernyataanya.

Dari 7.412 toko ritel besar di seluruh dunia, Inditex berencana mempertahankan 6.900 gerai. Namun, perusahaan akan membuka 450 toko baru yang dilengkapi dengan teknologi penjualan daring.

Pandemi covid-19 membuat penjualan perseroan anjlok selama kuartal I 2020. Imbasnya, perusahaan mengalami rugi bersih hingga 409 juta euro. Namun, penjualan daring Inditex meningkat hingga 50 persen.

Selama periode Februari-April, penjualan Inditex turun hingga 44 persen. Pembatasan sosial membuat 88 persen gerai Inditex tutup.

Untuk diketahui, perusahaan fesyen ini mengoperasikan lebih dari 7.000 gerai di seluruh dunia. Selain Zara, Inditex juga menaungi merek lain seperti Zara Home, Massimo Dutti, Bershka, Pull and Bear, dan Oysho.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)