Didukung IndiHome dan Telkomsel, Telkom Raih Laba Rp5,86 T

Telkom, CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 16:52 WIB
Telkom (iklan) Ilustrasi IndiHome. (Foto: Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah situasi pandemi Covid-19, PT Telkom Indonesia mencatat pendapatan konsolidasi kuartal 1/2020 sebesar Rp34,19 triliun. Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) Perseroan tercatat sejumlah Rp18,76 triliun dengan Laba Bersih sebesar Rp5,86 triliun.

Direktur Utama Ririek Adriansyah menjelaskan, pencapaian ini dikontribusi oleh Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome sebagai mesin pertumbuhan perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 16,3 persen dan 19,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

"Kami memprioritaskan lini bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik, disertai upaya-upaya untuk memperoleh pendapatan yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan margin profitabilitas dan menjaga pertumbuhan kinerja Perseroan yang sustainable ke depan," kata Ririek, Selasa (30/6).


Ririek memaparkan, Telkom melalui entitas anak Telkomsel pada segmen Mobile mencatat pendapatan sebesar Rp15,83 triliun, yang didorong oleh pendapatan Data dan Digital Service. Kedua sektor itu menyumbang kontribusi 70,6 persen dari total pendapatan Telkomsel, meningkat dari kontribusi sebesar 61,4 persen pada tahun lalu.

Hal ini disebut tidak lepas dari besarnya basis pelanggan, mencapai 162,6 juta orang, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 105,1 juta pelanggan. Rata-rata konsumsi layanan data juga meningkat signifikan dari 42,4 persen menjadi 6.533 MB per pelanggan, sehingga lalu lintas data juga terus meningkat dari 41,7 persen menjadi 1.996.842 Terabyte.

"Dengan pertumbuhan trafik data yang demikian pesatnya, selama tiga bulan pertama di tahun 2020, Telkomsel telah membangun lebih dari 7.088 Base Transceiver Station (BTS) yang seluruhnya berbasis 4G. Hingga saat ini, Telkomsel telah memiliki total BTS sebanyak 219.323 unit dengan BTS 3G dan
4G/LTE mencapai lebih dari 169 ribu unit atau 77,1% dari total keseluruhan," kata Ririek.

Ia mengatakan, layanan fixed broadband IndiHome berhasil mempertahankan kinerja baik dengan pendapatan sebesar Rp5,1 triliun. Jumlah pelanggan pada kuartal pertama 2020 tumbuh 31,4 persen YoY menjadi 7,3 juta pelanggan. Untuk itu, Indihome meluncurkan paket yang lebih terjangkau, serta berupaya menambah layanan digital dan konten-konten yang menarik.

Lebih lanjut, Ririek memaparkan hal serupa terjadi di segmen Wholesale & International Business yang mencatat pendapatan sebesar Rp3,36 triliun atau tumbuh 15,1 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk segmen Enterprise, perusahaan disebut tetap menjalankan kebijakan bisnis dengan berfokus pada pembenahan secara fundamental, diikuti oleh perbaikan lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi dengan capaian pendapatan Rp4,3 triliun.

Ririek menambahkan, pada dasarnya Telkom memiliki beragam portfolio bisnis, sehingga segmen-segmen itu saling mengimbangi. Saat ini, Telkom terus membangun infrastruktur broadband, baik untuk mobile maupun fixed line guna menjamin pertumbuhan bisnis mendatang, juga digital platform dan digital service sebagai value added dari core competency perusahaan. Hal itu ditunjukkan dari nilai penyerapan belanja modal Perseroan di kuartal 1/2020 sebesar Rp3,7 triliun.

Menurut Ririek, pada kondisi seperti ini, inovasi digital mengambil peran penting di tengah perubahan gaya hidup masyarakat akibat pandemi.

"Terdapat ruang untuk akselerasi digital, sehingga peran Telkom sebagai operator dan enabler menjadi semakin penting. Hal ini menjadikan peluang bagi Telkom untuk tetap berinvestasi guna meningkatkan performansi perusahaan," kata Ririek.

(rea)