Bukan Obat, Kalung Anticorona Kementan akan Dipasarkan Swasta

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 17:50 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan pihaknya akan memperluas penggunaan kalung penawar covid-19 yang berbasis eucalyptus atau pohon kayu putih. Ia klaim kalung tersebut efektif membunuh virus corona. Kementan menyatakan kalung kayu putih yang diklaim mampu membunuh virus corona akan dipasarkan oleh pihak swasta. (CNN Indonesia/Wella Andany).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kalung dari kayu putih (eucalyptus) sebagai produk kesehatan bukan obat infeksi virus corona (covid-19). Namun, produk tersebut tetap akan dipasarkan melalui pihak ketiga atau swasta. Dalam hal ini, perusahaan yang bergerak di bidang minyak berbahan dasar tanaman eucalyptus.

"Dalam waktu dekat mungkin akan dipasarkan melalui perusahaan swasta," ujar Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan Indi Dharmayanti dalam keterangan tertulis Minggu (5/7).

Indi mengungkapkan inovasi yang dilakukan Balitbang Kementan terkait produk tersebut masih dalam tahap invitro dengan proses riset dan penelitian yang masih panjang.


"Sebenarnya bukan obat untuk corona, karena riset masih terus berjalan. Tapi ini adalah ekstrak dengan metode desilasi untuk bisa membunuh virus yang kita gunakan di laboratorium. Toh, sesudah kita lakukan screening ternyata eucalyptus ini memiliki kemampuan membunuh virus influenza bahkan corona," ujarnya

Dalam keterangan yang sama, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati mendukung upaya Kementan. Meski bukan obat, ia menyebut produk ini sangat cocok untuk orang yang terpapar covid-19.

"Saya kira, sebagai pendukung untuk gejala covid inovasi ini sangat bagus karena covid biasanya sesak nafas. Jadi ini sangat pas sekali," tuturnya.

Meski demikian, kata Zullies, untuk sebagai antivirus corona pembuktian menuju ke sana masih harus melalui uji klinis di tingkat kementerian dan lembaga lain.

"Kalau uji invitro saya setuju dan saya kira memang ada potensi menjadi antivirus. Tapi kan untuk menjadi satu obat pasti ada alurnya", tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)