Kementan Jamin Roll dan Inhaler Antivirus Corona Dijual Murah

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 12:38 WIB
Eucalyptus leaf background Kementan menjamin roll on dan inhaler antivirus corona dengan bahan dasar kayu putih (eucalyptus) hasil riset Balitbang bakal dijual murah. Ilustrasi daun eucalyptus. (Istockphoto/Getty Images/Dio5050).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertanian menjamin produk-produk kesehatan untuk menangkal virus corona seperti hasil riset Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) bakal dijual murah. Produk-produk tersebut berbahan dasar kayu putih (eucalyptus)
.

Kepala Balitbang Kementan Fadjry Djufry menyebut roll-on dan inhaler yang secara laboratorium telah teruji berpotensi membunuh virus corona tersebut akan dipasarkan dengan harga terjangkau agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.


"Yang sudah didaftarkan adalah roll dan inhaler, sudah keluar izinnya minggu lalu. Nanti bisa dibeli di toko obat dan minimarket dengan harga sangat terjangkau," katanya pada konferensi pers lewat video conference pada Senin (6/7).



Meski tak menyebut harga pasaran kedua produk tersebut, namun Fadjry menyebut masyarakat akan dapat membeli langsung di toko obat dan mini market pada akhir bulan ini. "Roll dan inhaler di atas tanggal 24 sudah banyak artinya, sekian puluh ribu," lanjutnya.

Ia mengklaim baik roll maupun inhaler telah mendapat izin status jamu dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM). Artinya, produk yang dijual tidak memiliki khasiat menyembuhkan dan hanya bersifat melegakan.

Sebab, hasil riset Balitbang pun sebetulnya belum teruji secara klinis. Katanya, butuh waktu setidaknya 1,5 tahun untuk membuktikan suatu klaim obat, sementara riset yang dilakukan Balitbang baru 2-3 bulan.


Pun begitu, ia menyebut produk jebolannya itu bukan sekadar jimat dan telah melalui rangkaian riset. "Kalau pun tidak punya khasiat untuk membunuh virus corona, anggap saja ini kita menggunakan minyak kayu putih," katanya.

Menambahkan, ia bilang untuk kalung berbahan kayu putih hingga saat ini masih belum menerima izin dari BPOM. Dia berharap izin akan keluar dalam minggu ini.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)