Jokowi Jengkel Proyek Tol Cisumdawu Terhambat

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 12:25 WIB
Foto udara terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). Rencananya ruas jalan Tol Cisumdawu dari Rancakalong hingga terowongan kembar akan difungsikan satu jalur untuk arus mudik tahun 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc. Presiden Jokowi mengungkapkan pelaksanaan Jalan Tol Cisumdawu menemui banyak kendala. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan banyak kendala teknis dalam pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Padahal, jalan tol tersebut sangat penting karena merupakan akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat atau dikenal Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.

"Ini jalan tol yang penting sekali, tapi terhambat," ucap Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Selasa (7/7).

Kepala negara mengatakan kendala teknis yang kerap ditemukannya, yaitu proses pembebasan lahan. Begitu pula dengan proses pengembalian dana talangan tanah yang terhambat urusan administrasi.


Sayangnya, menurut Jokowi, masalah ini kerap berulang karena belum ada solusi yang permanen. Misalnya, satu regulasi yang bisa digunakan untuk penyelesaian masalah yang sama di berbagai proyek jalan tol.

"Penyelesaiannya selalu kasus per kasus, tidak kita buat regulasi yang sederhana, ringkas, cepat, saya kira sebetulnya solusinya itu," katanya.

Untuk itu, ia meminta jajaran menteri untuk menyelesaikan berbagai masalah ini. Khususnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Kementerian Keuangan.

"Ini saya minta segera diselesaikan, dirampungkan semuanya, kita butuh percepatan karena ini akan menyangkut juga ke Bandara Kertajati," tuturnya.

Orang nomor satu di Indonesia itu ingin kendala teknis bisa segera diselesaikan agar pembangunan jalan tol yang merupakan bagian dari pemulihan ekonomi nasional bisa memberi daya ungkit pada perbaikan perekonomian Indonesia ke depan. Misalnya, melalui efisiensi waktu tempuh hingga dampak ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengakui bahwa pembangunan Tol Cisumdawu terkendala pembebasan lahan. Hal ini karena pembebasan lahan dilakukan secara bertahap, sehingga perkembangannya bervariasi.

"Lagi-lagi masalah tanah. Kami sudah sepakat dengan menteri tadi, penyelesaiannya ada di bupati, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), jadi ada di semua," kata Luhut.

Pada Januari 2020, baru sekitar 70 persen lahan yang terbebaskan. Sisanya, sekitar 30 persen belum selesai. Padahal, beberapa ruas jalan tol itu ditargetkan bisa beroperasi pada akhir tahun ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan segera mempercepat pembebasan lahan tersebut. Khususnya untuk seksi I sampai seksi IV yang perlu lebih dulu selesai dibangun.

"Kami harapkan pada Desember 2020 seksi I,II,III, dan VI selesai sedangkan seksi IV dan V kami menggunakan jalan kabupaten, provinsi atau negara yang menghubungkan itu," ujar Budi Karya.

Jika Tol Cisumdawu telah beroperasi maka perjalanan dari Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati bisa ditempuh dalam kurun waktu 60 menit. Tol Cisumdawu memiliki panjang 60,47 kilometer (km) serta memiliki enam seksi.

Mulai dari seksi I Cileunyi-Rancakalong, seksi II Rancakalong-Sumedang, seksi III Sumedang-Cimalaka, seksi IV Cimalaka-Legok, seksi V Legok-Ujungjaya, hingga seksi VI Ujung Jaya-Dawuan.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)