Respons Lion Air soal Kursi Penumpang Diisi Penuh

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 11:11 WIB
Petugas melintas di sejumlah pesawat yang terparkir di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (25/4/2020). Kementerian Perhubungan menghentikan sementara aktivitas penerbangan komersil terjadwal baik dalam dan luar negeri untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) sebagai pengendalian transportasi selama masa mudik Lebaran 1441 H yang dimulai 24 April hingga 1 Juni 2020. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp. Beredar video penerbangan Lion Air tidak menerapkan jaga jarak. Menurut manajemen penerbangan tertentu memang sesuai kapasitas pesawat alias kursi terisi penuh. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lion Air Group memberikan tanggapan atas video beredar yang memperlihatkan penerbangan diisi penuh oleh penumpang. Dalam video tersebut, penumpang mengeluhkan soal kapasitas kursi yang melebihi batas maksimal 70 persen, sehingga maskapai tak menerapkan prinsip jaga jarak (physical distancing) di era new normal.

Dalam dua potong video berdurasi masing-masing 1 menit 38 detik dan 1 menit 06 detik, petugas yang menangani keluhan meminta agar penumpang yang tidak bersedia terbang untuk mengikutinya turun dari pesawat. Ia menawarkan penjadwalan ulang.

Namun, sebagian penumpang yang komplain justru maklum dan bersedia untuk melanjutkan penerbangan dengan kondisi kursi terisi penuh.=


Menanggapi hal itu, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan dalam penerbangan tertentu, tingkat keterisian penumpang kemungkinan sesuai dengan kapasitas pesawat yang dioperasikan.

"Sehingga, penerapan physical distancing pada kabin belum maksimal," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/7).

Sedikitnya ada enam alasan yang membuat manajemen menyesuaikan kapasitas pesawat dengan jumlah penumpang. Pertama, upaya manajemen mengakomodir kebutuhan perjalanan udara para penumpang.

Kedua, pembelian tiket secara tiba-tiba oleh penumpang karena kepentingan mendesak. Ketiga, pembukuan pada periode pemesanan sebelumnya.

Keempat, perubahan jadwal penerbangan oleh penumpang karena kebutuhan mendesak. Kelima, perjalanan grup dari keluarga atau rombongan yang menginginkan penerbangan yang sama atau duduk berbaris.

Keenam, pengalihan penerbangan (transfer flight) dari penerbangan lain yang disebabkan karena pembatasan atau alasan operasional lainnya.

"Tujuan penerbangan Lion Air dapat berjalan yang memenuhi aspek keamanan, keselamatan, dan tetap melakukan protokol kesehatan, serta dalam upaya agar tidak menyebabkan penyebaran covid-19," tandas Danang.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)