Kanye West Vokal soal Anti Vaksin, Risiko Bagi Bisnis Gap

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 06:02 WIB
kanye west Kritik Kanye West terhadap vaksin covid-19 dinilai membahayakan masa depan bisnis kolaborasinya dengan Gap, yakni Yeezy Gap. (CNN Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyanyi hip-hop Kanye West, lewat merek fesyen Yeezy, berkolaborasi dengan Gap berencana mengeluarkan lini Yeezy Gap pada 2021. Kolaborasi tersebut dinilai dapat mengangkat Gap dari keterpurukan bisnis-nya selama beberapa tahun.

Namun, sikap West yang kelewat vokal, terutama soal gerakan anti vaksin atau tidak percaya vaksin dalam penanganan pandemi virus corona (covid-19) dianggap dapat menjadi bumerang bagi bisnis pakaian Gap.

Dalam sebuah wawancara dengan Forbes, seperti dilansir CNN.com, West mengaku skeptis dengan peluang vaksin covid-19. "Banyak anak-anak kita yang divaksinasi dan dilumpuhkan. Jadi, ketika mereka bilang mengobati penyakit covid-19 dengan vaksin, saya sangat berhati-hati," ujar suami dari Kim Kardashian itu, Rabu (8/7).


CommCore Consulting Group, perusahaan konsultan merek, menuturkan komentar West bisa menimbulkan risiko bagi masa depan bisnis Gap apabila Gap dan Yeezy tidak segera menanggapi komentar.

Sebab, penyakit covid-19 telah menelan nyawa lebih dari 130 ribu orang Amerika Serikat. Di sisi lain, banyak masyarakat di dunia, tak terkecuali AS, menanti-nanti vaksin dari virus yang berkembang di Wuhan, China, tersebut.

"Gap mungkin tidak ingin memiliki posisi yang terkait dengan mereknya. Namun, hampir semua yang dikatakan West dapat membahayakan citra dan merek Gap," tulis Andres Gilman, CEO CommCore Consulting Group.

Bahkan, ia melanjutkan, risiko tersebut tidak akan hilang dalam waktu dekat, mengingat West juga mengumumkan rencana untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS.

"Hal ini bisa berbahaya bagi Gap untuk disejajarkan dengan selebriti yang sangat vokal," kata Jeetendr Sehdev, penulis The Kim Kardashian Principle.

Tetapi juga, sambung dia, komentar West bisa menjadi sangat positif bagi merek Gap atau Yeezy Gap apabila masyarakat memahami sudut pandangnya tersebut.

Analis B Riley FBR Susan Anderson sebelumnya memperkirakan kesepakatan Yeezy Gap dapat menghasilkan penjualan tambahan hingga US$1 miliar pada 2025 nanti.

"Pelanggan yang tertarik dengan streetwear yang penuh gaya dan kasual bisa masuk ke toko Gap dan membeli produk Yeezy," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]



(bir/agt)