Bappenas Taksir Relaksasi PSBB Bakal Tekan Risiko PHK

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 13:46 WIB
Aktifitas warga yang bekerja di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Usai libur cuti bersama Idul Fitri pekan lalu, hari ini merupakan hari pertama bekerja kembali bagi pegawai swasta maupun Aparatur Sipil Negara (APN). CNNIndonesia/Safir Makki Bappenas menilai pelonggaran PSBB akan mendorong aktivitas perekonomian yang berujung pada berkurangnya PHK selama beberapa bulan ke depan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bakal menahan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi virus corona (covid). Pasalnya, aktivitas masyarakat akan meningkat dan, di saat yang sama, pemerintah memberikan stimulus fiskal.

"Kalau melihat data-data terakhir, saya kira setelah ada sejumlah relaksasi pembatasan sosial berskala besar yang mendorong terjadi peningkatan aktivitas perekonomian yang bagus, sehingga dapat diperkirakan ada pengurangan gelombang PHK dalam beberapa bulan ke depan," ujar Plt Kasubdit Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Kementerian PPN/Bappenas M. Firman Hidayat seperti dikutip dari Antara, Jumat (10/7).

Kendati demikian, Firman menilai kapasitas ekonomi tidak akan kembali 100 persen normal seperti sebelum pandemi covid-19.


"Saya kira selama pandemi covid-19 masih terjadi, kemungkinan akan terdapat potensi gelombang PHK," kata Firman.

Firman mengungkapkan wabah virus corona telah berdampak pada peningkatan jumlah pengangguran. Sebab, pandemi membuat pertumbuhan lapangan kerja melambat bahkan cenderung menyusut.

Bappenas memperkirakan jumlah pengangguran akan bertambah sekitar 4-5,5 juta orang dibandingkan 2019 pada tahun ini. Sedangkan tahun depan, jumlah pengangguran diperkirakan meningkat sekitar 10,7 juta orang-12,7 juta orang.

Sektor yang paling banyak kehilangan pekerja adalah perdagangan, industri manufaktur, konstruksi, jasa perusahaan, akomodasi, makanan dan minuman.

[Gambas:Video CNN]

Oleh karena itu, Bappenas telah menyusun strategi kebijakan untuk menekan tingkat pengangguran selama pandemi. Strategi itu diarahkan pada pemulihan industri manufaktur, pariwisata, investasi, penumbuhan kewirausahaan, dan pembangunan infrastruktur sederhana di pedesaan berbasis padat karya.

Kebijakan berikutnya yakni mewujudkan angkatan kerja yang berkualitas dan produktif melalui sistem perlindungan sosial, sistem kesehatan, reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas serta relevansi, peningkatan peran dan kerja sama industri/swasta.

(sfr/bir)