Bank BJB Beri Stimulus Kredit untuk UMKM Hadapi New Normal

Bank BJB, CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 11:11 WIB
Bank BJB (iklan) Bank BJB memberi stimulus kredit sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. (Foto: Dok. Bank BJB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank BJB memberi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pengusaha di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya. Pemimpin Divisi Corporate Secretary Widi Hartoto mengatakan, stimulasi terhadap sektor usaha yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional ini mutlak diperlukan.

Bantuan diberikan sebagai dukungan agar UMKM tetap berdaya menghadapi situasi new normal. Menurut Widi, hal itu merupakan wujud komitmen perseroan dalam melindungi usaha para pelaku UMKM dari hambatan akibat Covid-19. Terlebih, Peran UMKM yang teramat sentral dalam anatomi ekonomi Indonesia sangat perlu untuk mendapat prioritas perlindungan.

"Dengan atau tanpa adanya situasi pandemi, Bank BJB memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menjadi mitra setia para UMKM untuk bertumbuh dan berkembang. Kehadiran situasi pandemi semakin menguatkan komitmen kami untuk berbagi peran dan beban guna memulihkan situasi perekonomian nasional, khususnya para pelaku UMKM. Penguatan modal UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional menjadi salah satu strategi guna menopang percepatan pemulihan ekonomi," kata Widi.


Penyerahan KUR dilakukan bersamaan dengan serangkaian acara kunjungan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam pelatihan bagi koperasi dan UMKM di kedua daerah di atas. Di Tasikmalaya, kegiatan dilaksanakan pada Jumat (10/7). Penyerahan KUR dilakukan pimpinan Bank BJB Cabang Tasikmalaya Achmad Djuansjah kepada nasabah atas nama Sutan Akbar Kusaeri yang memiliki usaha sektor bumbu masakan senilai Rp100 juta.

Sementara di Garut, kegiatan diadakan pada Sabtu (11/7). Pimpinan Bank BJB Cabang Garut Maman Rukmana dan Pemimpin Divisi Kredit UMKM Denny Mulyadi menyerahkan bantuan senilai Rp250 juta kepada nasabah Edi Nurcahyadi yang menekuni usaha kuliner.

Selain kedua nasabah di Garut dan Tasik, Bank BJB juga menyalurkan stimulus pembiayaan kepada nasabah UMK di berbagai daerah yang terdampak pandemi. Di antaranya, menyalurkan kredit modal usaha kepada Aminah, nasabah yang bergerak di usaha reklame dan toko tas dengan plafon senilai Rp110 juta. Tak hanya itu, Bank BJB juga telah menerbitkan kebijakan relaksasi kredit bagi para pelaku usaha terdampak.

Widi menyatakan, Bank BJB berkomitmen untuk terus mengupayakan langkah-langkah strategis sokongan kepada semua pihak yang membutuhkan. Tujuannya, menghidupkan kembali nadi perekonomian sehingga mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah.

Stimulasi dana segar yang disalurkan tersebut diharapkan memperkuat ketahanan dan menambah semangat usaha para nasabah. Lewat tambahan modal, UMKM dapat mempertahankan, bahkan memperbesar skala usaha agar tingkat serapan tenaga kerja dapat terjaga.

"Sebagai dukungan di luar pembiayaan, Bank BJB juga rutin menyelenggarakan seminar dan pelatihan dalam rangka program BJB PESAT bagi para pelaku UMKM agar dapat mengonversi tantangan menjadi peluang usaha di tengah pandemi. Salah satunya kami secara konsisten memberi rekomendasi agar para pelaku UMKM lebih serius memanfaatkan ruang pemasaran digital karena model ini semakin relevan di tengah tumbuhnya kebiasaan interaksi baru," ujar Widi.

(rea)