KCI Tambah Dua KRL Bogor-Manggarai Urai Kepadatan Penumpang

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 12:22 WIB
Rangkaian KRL Commuterline melintas di samping masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2020). Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengusulkan melakukan uji coba penghentian sementara Commuter line pada Sabtu 18/4/2020 untuk mendukung penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam pencegahan wabah Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Paramayuda/aww. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengklaim kepadatan penumpang berkurang karena penambahan dua kereta relasi Bogor-Manggarai pada Senin (13/7). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Paramayuda).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menambah dua perjalanan kereta relasi Bogor-Manggarai. Kebijakan itu membantu mengurangi kepadatan penumpang kereta rel listrik (KRL) pada Senin (13/7) pagi.

"Antrean yang biasanya terjadi hingga halaman parkir stasiun, hingga pukul 07.00 hari ini antrean hanya terjadi hingga area selasar," kata Vice President Corporate Communications KCI Anne Purba seperti dikutip dari keterangan resmi.

Anne mengungkapkan situasi di sejumlah stasiun pagi ini terpantau lancar. Di Stasiun Bogor, misalnya, para pengguna terlihat tertib saat memasuki area stasiun.


"Sosialisasi pemberlakuan stasiun khusus KMT di Stasiun Bogor, Cilebut, dan Cikarang yang mulai berlaku hari Senin ini terlihat efektif lantaran para pengguna sudah mempersiapkan KMT, kartu elektronik bank, maupun tiket dengan kode QR, saat akan naik KRL," katanya.

Hingga pukul 07.00 WIB tercatat 6.126 pengguna naik dari Stasiun Bogor atau meningkat tujuh persen dibanding Senin 29 Juni yang berjumlah 5.787 untuk waktu yang sama. Sementara, secara total hingga pukul 07.00 tercatat sudah 68.657 orang menggunakan KRL pada pagi hari ini.

Saat ini ada sekitar 400 ribu-an pengguna KRL setiap harinya. Angka ini semakin meningkat seiring telah beroperasinya kegiatan perkantoran dan perniagaan di wilayah ibu kota.

Selama masa pandemi, perseroan aktif menerapkan protokol kesehatan yang ketat di antaranya mewajibkan penumpang masker, pengecekan suhu tubuh saat akan naik KRL, pembatasan pengguna di dalam KRL, menjaga jarak saat di stasiun dan KRL, serta penyediaan wastafel tambahan sebagai fasilitas untuk mencuci tangan.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, perusahaan mendukung upaya pemerintah dalam hal penyelenggaraan tes cepat dan tes usap (swab) di stasiun guna membantu menekan penyebaran covid-19.

Sebelumnya, dari hasil tes cepat yang diikuti tes usap di Stasiun Bogor dan Bojon Gede oleh pemerintah daerah setempat, ditemukannya dua orang positif corona dari sekitar 800 pengguna KRL yang mengikuti tes.

"Keduanya merupakan orang tanpa gejala. Artinya persentase mereka yang positif terpapar covid-19 hanya 0,25 persen dari sampel yang diperiksa," jelas Anne.

(sfr/agt)