Usai Kecolongan, Garuda Perketat Protokol Kesehatan Corona

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 19:55 WIB
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia Boing 777-300 terparkir di hanggar seusai perawatan dan perubahan konfigurasi kursi penumpang pesawat yang akan menjadi salah satu angkutan haji 2017 di Hanggar perawatan Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (23/7). Pada musim haji tahun 2017 atau 1438 Hijriah Garuda Indonesia telah menyiapkan armada pesawat sebanyak 14 unit yang akan mengangkut 107.959 jamaah haji yang dimulai kloter pertama pada tanggal 28 Juli 2017. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc/17. Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan akan memastikan protokol kesehatan diterapkan secara maksimal oleh petugas di lapangan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan memperketat penerapan protokol kesehatan bagi calon penumpang. Hal ini untuk mengantisipasi agar perusahaan tak kecolongan lagi dalam mengangkut penumpang yang terinfeksi virus corona.

"Pastinya, tentu lebih diperketat," ucap Direktur Utama Irfan Setiaputra kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/6).

Irfan menyatakan pihaknya akan memastikan protokol kesehatan dieksekusi secara maksimal oleh seluruh karyawan yang bertugas. Salah satu contohnya, petugas akan mengecek secara rinci dokumen kesehatan calon penumpang.


"Kalau di Garuda Indonesia kami sudah lengkap proses protokolnya. Kami pastikan saja untuk dieksekusi maksimal," tutur Irfan.

Ia bilang siap menambah petugas untuk mengecek dokumen calon penumpang sebelum naik pesawat. Hal itu akan disesuaikan dengan jumlah penerbangan Garuda Indonesia.

"Kalau diperlukan (tambah petugas). Itu disesuaikan dengan banyaknya penerbangan," imbuhnya.

Sebelumnya, Koordinator Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Domine Eduard Osok Sorong dr Farida Tariq mengatakan ada penumpang berinisial WY asal Sorong Selatan yang terinfeksi positif virus corona. Informasi itu diketahui saat dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan saat penumpang turun dari pesawat pada Sabtu (27/6) lalu.

Setelah diketahui hasil tes usap positif, penumpang tersebut langsung dibawa ke ruang isolasi Bandara Domine Eduard Osok Sorong untuk ditangani lebih lanjut. Penumpang itu kemudian dijemput oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong untuk dikarantina.

Ia menjelaskan penumpang yang naik dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tetap dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan. Hanya saja, penumpang ini lolos saat pengecekan karena petugas kewalahan dalam melakukan pemeriksaan.

"Kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap pesawat sebelum menaikkan penumpang dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong," pungkasnya.

(aud/sfr)