BKPM akan Paksa Investor Asing Gandeng UMKM

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 20:36 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Percepatan Kemudahan Berusaha, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11) siang. (Setkab.go.id/Jay) Bahlil menyebut salah satu KPI BKPM adalah keberhasilan kerja sama investor asing dengan UMKM dan pengusaha daerah. (Setkab.go.id/Jay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bakal memaksa perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia untuk menggandeng Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM).

Tak hanya perusahaan asing, lanjut Bahlil, hal tersebut juga bakal berlaku bagi perusahaan nasional dengan nilai investasi jumbo.

"Salah satu KPI (key performance indicator) BKPM adalah bagaimana pengusaha-pengusaha asing atau pengusaha dalam negeri yang besar harus bekerja sama dengan pengusaha nasional yang ada di daerah atau UMKM," ucap Bahlil dalam Webinar yang digelar INDEF, Senin (13/7).


Bahkan, Bahlil mengancam tak akan memberikan izin kepada perusahaan yang enggan bekerja sama dengan pengusaha lokal atau UMKM.

"Kalau enggak (kerja sama) saya enggak kasih izin. Karena itu menjadi satu tugas yang harus tetap dilakukan," tegas Bahlil.

Kendati demikian, ia menekankan bahwa perusahaan lokal atau pelaku UMKM yang digandeng nantinya harus memenuhi sejumlah kriteria. Salah satunya, profesional dalam menjalankan bisnis sebelumnya.

"Jadi enggak boleh investasi masuk pengusaha daerah cuma perencana. Jadi dia harus menggandeng pengusaha daerah, tapi yang memenuhi syarat bukan pengusaha yang proposal doang," sebut Bahlil.

[Gambas:Video CNN]

Bahlil mengingatkan pemberdayaan UMKM dan pengusaha daerah dalam investasi merupakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan penciptaan lapangan kerja di daerah. Terlebih, UMKM dan pengusaha daerah punya potensi besar untuk berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, menurut Bahlil, pemerataan investasi antara pengusaha daerah, dalam negeri, dan juga asing, adalah kunci untuk memperkuat perekonomian nasional.

(hrf/sfr)