Intervensi BI di Pasar Valas Bikin Rupiah Menguat ke Rp14.425

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 16:31 WIB
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu (18/3) hingga pukul 10.09 WIB, nilai tukar rupiah melemah 140 poin atau 0,93 persen ke posisi Rp15.223 per dolar AS. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj. Rupiah menguat 0,07 persen ke posisi Rp14.425 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, karena intervensi BI di pasar valas. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.425 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (13/7) sore. Mata uang Garuda menguat 0,07 persen bila dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp14.435 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.486 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi kemarin, yakni Rp14.501 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen
dolar Taiwan menguat 0,22 persen.


Disusul penguatan won Korea Selatan sebesar 0,32 persen, peso Filipina menguat 0,08 persen, rupee India menguat 0,01 persen dan ringgit Malaysia  menguat 0,02 persen.

Sedangkan mata uang di negara maju masih bergerak variatif terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,13 persen dan  dolar Kanada menguat 0,18 persen. Sebaliknya dolar Australia melemah 0,20 persen dan franc Swiss melemah 0,09 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan hari ini dipengaruhi oleh intervensi yang dilakukan Bank Indonesia di pasar valuta asing. Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat tipis 10 poin di level 14.425 dari penutupan sebelumnya di level 14.435.

"Obligasi dan SUN di perdagangan DNDF guna menjaga stabilitas mata uang rupiah dan membendung sentimen negatif dari merebaknya pandemi virus corona di dalam negeri yang terus dijadikan topik utama dalam minggu ini, sehingga intervensi tersebut bisa menahan keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan dalam negeri," ucap Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah munculnya harapan perdamaian perang dagang antara AS dan China yang kemungkinan akan segera berakhir.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menegaskan untuk tidak melanjutkan ketegangan dagang tersebut, karena hubungan kedua negara sudah rusak karena covid-19 yang sudah merebak.

Di samping itu, ada harapan vaksin covid-19 baru akan ditemukan yang direspons positif oleh pasar, sehingga kekhawatiran soal lonjakan infeksi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia sedikit berkurang.

Ibrahim meramalkan dalam perdagangan Selasa (14/7) rupiah kemungkinan masih akan bergejolak. Meski dibuka melemah, tetapi ditutup kemungkinan menguat di kisaran 14.400-14.440.

"Pada hari Jumat, Gilead Sciences Inc mengatakan data tambahan dari penelitian tahap akhir menunjukkan antivirus yang remdesivir mengurangi risiko kematian dan secara signifikan meningkatkan kondisi pasien covid-19 yang sakit parah," tandas Ibrahim.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)