Penurunan Persediaan AS Terbangkan Harga Minyak

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 08:15 WIB
Kilang Minyak Laut Minyak dunia terbang akibat penurunan tajam persediaan di AS. Ilustrasi. (iStock/bomboman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak naik di atas dua persen pada akhir perdagangan Rabu (15/7) waktu AS atau Kamis (16/7) pagi WIB terdorong oleh penurunan tajam persediaan di AS.

Tetapi kenaikan lebih lanjut tertahan keputusan OPEC dan sekutunya mengurangi pemangkasan pasokan mulai Agustus karena ekonomi global yang sempat tertekan corona mulai pulih walaupun sifatnya masih bertahap.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 89 sen atau 2,1 persen, menjadi ditutup di level US$43,79 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 91 sen atau 2,3 persen ke US$41,20 per barel.


Harga naik setelah data dari Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 7,5 juta barel pekan lalu. Penurunan itu jauh lebih besar dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan hanya akan mencapai 2,1 juta barel.

"Laporan ini membuat kami memperkirakan lebih banyak penarikan minyak dalam beberapa minggu mendatang," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/7).

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah memangkas produksi sejak Mei sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) atau 10 persen dari pasokan global. Pemangkasan dilakukan setelah virus corona menghancurkan sepertiga dari permintaan minyak global.

[Gambas:Video CNN]

Tapi, pemotongan itu akan dikurangi menjadi 7,7 juta barel per hari per Juli ini. Kebijakan akan dilakukan hingga Desember.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan OPEC+ sedang bergerak ke fase pemotongan produksi minyaknya selanjutnya. 

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pemulihan parsial produksi minyak akan menguntungkan pasar dan Rusia. Rusia bahkan akan meningkatkan produksi minyak sekitar 400 ribu barel per hari mulai Agustus.

“OPEC+ berhasil mengatur orkestra penyeimbangan terbesar yang pernah dilihat dalam sejarah pasar minyak. Tetapi sekarang, aliansi ini siap untuk mulai mengakhiri pertunjukkannya,” kata analis pasar minyak senior Rystad Energy, Paola Rodriguez-Masiu.

 s

(Antara/agt)