Minyak Dunia Menguat di Tengah Tekanan Peningkatan Corona

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 08:20 WIB
Kilang Minyak Laut Minyak dunia masih berhasil menguat di tengah tekanan peningkatan kasus virus corona. Ilustrasi. (iStock/nielubieklonu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak naik moderat pada akhir perdagangan Selasa (14/7) waktu AS atau Rabu pagi WIB. Kenaikan terjadi di tengah kekhawatiran pasar atas penurunan permintaan yang terjadi akibat peningkatan kembali kasus virus corona di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

Dikutip dari Antara, Rabu (15/7), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 19 sen menjadi US$40,29 per barel. Sementara minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 18 sen  ke US$42,90 per barel.

"Sentimen di pasar minyak terus berfluktuasi antara dukungan dari pemangkasan produksi yang baik oleh OPEC+ dan ketakutan akan konsekuensi dari dampak  peningkatan virus corona terhadap permintaan," Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research.


Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat memperpanjang pemangkasan produksi 9,7 juta barel per hari sampai akhir Juli dalam rangka mengatasi kelebihan pasokan di tengah krisis virus corona.

Para pedagang sedang menunggu langkah berikutnya dari OPEC+ ketika Komite Pemantau Bersama kelompok produsen minyak utama itu dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada Rabu (15/7/2020).

Dalam laporan bulanan yang dirilis pada Selasa (14/7), OPEC mengatakan permintaan minyak global diperkirakan akan terkontraksi sebesar 8,9 juta barel per hari pada 2020, dibandingkan dengan perkiraan Juni untuk penurunan sekitar 9,0 juta barel per hari.

Kontraksi terjadi akibat pandemi corona.

[Gambas:Video CNN]



(Antara/agt)