Survei: Tiga Tantangan Besar Pemulihan Ekonomi usai Corona

CNN Indonesia | Jumat, 17/07/2020 14:29 WIB
Proyek strategis nasional (PSN) yang digarap pada Periode I Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya terealisasi 46 persen. Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utamo menyebut, dalam daftar rencana pembangunan infrastruktur prioritas 2014 pemerintah mengagendakan ada 233 proyek yang akan rampung pada 2019. CNN Indonesia/Andry Novelino Tak hanya itu, pemerintah juga harus melakukan transformasi arsitektur pajak. Kebijakan pajak yang tepat dapat menekan ketimpangan distribusi pendapatan masyarakat. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Survei Komunitas Kepala Ekonom Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) membeberkan tiga tantangan utama yang akan dihadapi pemerintah dan pelaku bisnis pada masa pemulihan ekonomi usai dihantam pandemi virus corona.

Hal itu tertuang dalam laporan WEF Chief Economist Outlook Emerging Pathways towards a Post-Covid-19 Reset and Recovery edisi Juli 2020.

Tantangan pertama adalah pembaruan kebijakan ekonomi untuk mengurangi ketimpangan dan memperbaiki mobilitas sosial. Sebagai catatan, mobilitas sosial artinya perpindahan satu kelompok dari satu strata sosial ke strata lainnya.


Responden menilai penyesuaian kebijakan ekonomi diperlukan mengingat pembatasan aktivitas ekonomi selama masa pandemi membuat tingkat kemiskinan dan ketimpangan meningkat. Terlebih, kemajuan teknologi sebelumnya juga telah memperlebar jurang pendapatan masyarakat.

Kelompok kelas menengah ke bawah paling terdampak pandemi di mana warga rentan miskin berisiko masuk ke jurang kemiskinan. Upaya mendorong kelompok miskin untuk naik kelas perlu menjadi prioritas.

"Setelah krisis, yang langsung dirasakan oleh kelompok yang paling rentan, bagaimana pembagian beban masa depan menjadi penting," tulis laporan tersebut, dikutip Jumat (17/7).

Karenanya, diperlukan sistem perlindungan sosial yang mampu menjadi bantalan di masa depan. Selain itu, perlindungan sosial juga harus mendukung perkembangan mobilitas sosial warga.

Tak hanya itu, pemerintah juga harus melakukan transformasi arsitektur pajak. Kebijakan pajak yang tepat dapat menekan ketimpangan distribusi pendapatan masyarakat.

Tantangan kedua, identifikasi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Krisis bisa menjadi momentum bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor ekonomi yang selama ini belum digarap.

Pemerintah juga memiliki kesempatan untuk memengaruhi arah kemajuan ekonomi dari sisi pengembangan investasi dan inovasi pada fase penggelontoran stimulus ekonomi.

Tantangan ketiga, menyelaraskan target-target baru untuk mendorong kinerja ekonomi.

[Gambas:Video CNN]

Perusahaan harus mengambil peran dalam proses transisi ekonomi, tidak hanya pemerintah

Misalnya, menetapkan strategi pertumbuhan bisnis dengan menjalankan model yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan inklusivitas.

Di sisi lain, mengejar target pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Pemerintah harus memikirkan target perbaikan kinerja ekonomi yang mencakup aspek kesejahteraan dan ketahanan.

(sfr/sfr)