Jokowi Perintahkan LPDB Guyur Koperasi Rp1 Triliun

CNN Indonesia | Kamis, 23/07/2020 10:39 WIB
Presiden Jokowi meminta LPDB mengalirkan seluruh dana Rp1 triliun untuk memperbaiki likuiditas koperasi dalam beroperasi di era corona. Presiden Jokowi meminta LPDB mengalirkan seluruh dana Rp1 triliun untuk memperbaiki likuiditas koperasi dalam beroperasi di era corona. (Muchlis-Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengalirkan seluruh dana yang disiapkan untuk koperasi sebesar Rp1 triliun. Hal ini agar koperasi juga semakin cepat menyalurkannya kepada pelaku usaha UMKM untuk bantuan modal kerja.

"Saya senang tadi bahwa disiapkan dana melalui LPDB Rp1 triliun. Ini segera berikan ke koperasi-koperasi agar dari koperasi diberikan kepada anggota-anggotanya dan pelaku usaha secepat-cepatnya," ujar Jokowi dalam video conference, Kamis (23/7).

Ia menyatakan dana ini akan memperbaiki likuiditas koperasi. Dengan demikian, koperasi bisa leluasa memberikan kredit kepada pelaku UMKM.


"Tadi sudah disampaikan untuk pinjaman ini bunganya 3 persen. Ini kompetitif," imbuh Jokowi.

Namun, ia tetap mengingatkan masing-masing koperasi tak memberikan bunga yang tinggi kepada pelaku UMKM. Jika bunganya tinggi, maka pinjaman yang ditawarkan koperasi juga tak akan menarik bagi pelaku UMKM.

"Koperasi akan berikan pinjaman ke anggota, ke pelaku usaha, jangan tinggi-tinggi," kata Jokowi.

Sejauh ini, Jokowi bilang dana yang sudah tersalurkan sebesar Rp381 miliar kepada koperasi. Ia berharap angkanya terus bertambah setiap hari agar terjadi perputaran uang di masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Ini angkanya jangan berhenti. Besok tambah lagi. Minggu depan tambah lagi. Jadi, likuiditas koperasi baik dan bisa berikan pinjaman ke angotanya," jelas Jokowi.

Ia juga mengingatkan agar proses pencairan pinjaman dari LPDB ke koperasi dan koperasi ke pelaku UMKM dipermudah dan dipercepat. Jangan sampai, kata Jokowi, LPDB baru mencairkan dana ketika koperasi sudah tutup.

"Jangan menunggu. Proses sederhanakan. Saya tidak ingin koperasi tutup, baru dibantu, tidak ada artinya. Begitu juga ke pelaku usaha, bantu mereka. Gunakan bantuan modal kerja ini untuk menggerakkan ekonomi utamanya di daerah.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk penanganan pandemi virus corona. Dana itu dialokasikan untuk berbagai sektor.

Rinciannya, untuk bantuan sosial (bansos) sebesar Rp203,9 triliun, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp123,46 triliun, insentif usaha Rp120,61 triliun, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah Rp106,11 triliun, kesehatan Rp87,55 triliun, dan pembiayaan korupsi Rp53,55 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK