Harga Berlangganan Netflix Naik 10 Persen Mulai September

Ulfa Arieza, CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 15:45 WIB
Harga paket berlangganan Netflix naik 10 persen mulai 3 September, sejalan dengan rencana pemerintah memungut PPN barang dan jasa digital. Harga paket berlangganan layanan streaming Netflix naik 10 persen mulai 3 September, sejalan dengan rencana pemerintah memungut PPN barang dan jasa digital. (AFP/Justin Sullivan/Getty Images).
Jakarta, CNN Indonesia --

Biaya layanan streaming Netflix naik 10 persen untuk seluruh paket langganan. Kenaikan harga langganan ini efektif berlaku mulai 3 September 2020 nanti.

Informasi tersebut disampaikan pihak Netflix kepada pelanggan melalui surat elektronik kepada masing-masing pelanggan.

"Biaya paketmu telah berubah. Perubahan ini mulai berlaku pada Kamis, 3 September 2020. Kamu dapat melihat detail keanggotaan yang diperbarui dengan mengunjungi akunmu" tulis Netflix kepada pelanggan, dikutip Selasa (4/8).


Sementara itu Netflix dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com mengatakan kenaikan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengenakan PPN 10 persen pada layanan digital mulai 1 Agustus lalu.

"Seperti yang telah diinformasikan di media, Pemerintah Indonesia akan mengenakan PPN pada layanan digital, termasuk Netflix, mulai 1 Agustus 2020. Bagi anggota baru Netflix, mereka sudah dapat melihat harga berlangganan yang baru mulai hari ini. Informasi terkait perubahan biaya ini juga sudah mulai kami sampaikan ke anggota lama kami," kata mereka.

Mengutip laman resmi Netflix, untuk paket ponsel naik dari semula Rp49 ribu menjadi Rp54 ribu. Lalu, paket dasar dari semula Rp109 ribu menjadi Rp120 ribu.

Kemudian, paket standar dari semula Rp139 ribu menjadi Rp153 ribu. Sedangkan, paket premium dari Rp169 ribu menjadi Rp186 ribu.

Kenaikan ini sejalan dengan rencana pemerintah memungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang dan jasa digital atau pajak digital sebesar 10 persen.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk enam perusahaan global yang memenuhi kriteria sebagai pemungut PPN, atas barang dan jasa digital atau pajak digital termasuk didalamnya Netflix International B.V.

Selain Netflix, perusahaan lainnya, yakni Amazon Web Services Inc., Google Asia Pasific Pte. Ltd., Google Ireland Ltd., Google LLC., dan Spotify AB.

Keenam perusahaan tersebut telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan sebagai pemungut PPN pada gelombang pertama.

Nantinya, PPN harus dicantumkan pada resi atau kwitansi yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.

"Dengan penunjukan ini, maka produk dan layanan digital yang dijual oleh keenam pelaku usaha tersebut akan dipungut PPN mulai 1 Agustus 2020," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama.

[Gambas:Video CNN]



(bir)